Forumkota.id | Lampung Tengah – Warga Kampung Notoharjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah mempertanyakan keberadaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pabrik tapioka PT. Bumi Kencana Mas (BX) yang berlokasi di Kampung Bumiharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban.
Keluhan warga muncul lantaran mereka merasa tidak pernah merasakan dampak positif dari keberadaan perusahaan tersebut. Sebaliknya, warga mengaku setiap hari harus menghadapi bau limbah yang menyengat dari kolam pembuangan milik pabrik.
“Setiap hari kami menghirup udara kotor dari limbah pabrik itu, Pak. Dampak positif bagi masyarakat hampir tidak ada,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada media online Forumkota.id Senin (25/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Warga juga mempertanyakan transparansi dana CSR yang disebut-sebut pernah diberikan perusahaan sebesar Rp10 juta. Namun menurut mereka, bantuan tersebut tidak pernah diketahui secara jelas penggunaannya oleh masyarakat.
“Katanya ada bantuan CSR Rp10 juta, tapi kami tidak tahu persis uang itu ke mana. Yang menerima pemerintah kampung atau kepala kampung, kami juga tidak tahu,” ungkap warga.
Kecurigaan masyarakat semakin menguat karena selama ini tidak pernah ada musyawarah ataupun laporan terbuka terkait penggunaan dana CSR tersebut.
Sementara itu, Warno, warga setempat lainnya, turut menyoroti besaran CSR yang dinilai tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
“Pabrik padi Maju di Bedeng 10 Trimurjo saja CSR-nya bisa Rp60 juta per tahun. Kenapa CSR dari pabrik BX cuma Rp10 juta?” kata Warno.
Warga berharap adanya keterbukaan dari pihak perusahaan maupun pemerintah kampung terkait aliran dana CSR tersebut. Mereka juga meminta instansi terkait turun tangan melakukan pemeriksaan agar tidak muncul dugaan penyalahgunaan dana untuk kepentingan pribadi oknum tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kampung Notoharjo maupun manajemen PT. Bumi Kencana Mas BX belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan dugaan yang disampaikan warga tersebut. (Tim-Red)
