Selong, Lombok Timur, Forumkota.id – Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Ijo Balit di Kecamatan Labuhan Haji yang sudah rampung dibangun, kini justru terbengkalai tak berpenghuni bagai bangunan mati. Kondisi ini memicu kecurigaan mendalam dari Gerakan Pemuda Sasak (GPS) Bersatu.
Zaeni Hasyari, Ketua GPS Bersatu, menyampaikan kekecewaannya, Kamis (11/6/2026). Ia menduga ada kelalaian serius dari Pemerintah Daerah Lombok Timur, khususnya Dinas PUPR Bidang Cipta Karya, terkait proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD 2025 itu.
“Anggaran yang dipakai hampir mencapai Rp10 miliar. Anehnya, setelah selesai dibangun, fasilitas ini dibiarkan begitu saja tanpa fungsi jelas. Apa maksudnya? Jangan habiskan uang rakyat untuk proyek yang ujungnya terbengkalai, apalagi saat ekonomi masyarakat sedang sulit,” ujar Zaeni dengan nada geram.
Tim GPS Bersatu yang turun langsung ke lokasi menemukan sejumlah kejanggalan yang mencurigakan. Zaeni menduga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Kabid Cipta Karya sengaja menutup mata. Baginya, mustahil kedua pejabat itu tak tahu masalah ini, sebab mereka terlibat aktif dari awal lelang hingga bangunan selesai, namun membiarkan proyek ini berakhir mangkrak.
Berikut sejumlah kejanggalan yang ditemukan di lokasi:
* Pagar pembatas banyak yang copot dan rusak
* Pemasangan paving block belum selesai di beberapa bagian
* Tanaman penanaman hanya sedikit jenis dan tidak bervariasi
* Dinding penahan retak akibat paparan panas matahari
* Ruang genset terkunci dan peralatannya sudah berkarat
* Musholla terlihat lusuh dan tak terawat
* Pos jaga kosong dan tampak angker
* Bak klorinasi berkarat parah, lapisan besinya terkelupas
Fakta di lapangan membuktikan, fasilitas yang seharusnya bermanfaat bagi warga, kini hanya menjadi bangunan kosong tanpa kepastian nasib.
Zaeni menegaskan, pihaknya menuntut Pemda Lombok Timur bertindak tegas atas masalah ini. Jika tak ada tanggapan nyata, GPS Bersatu berencana menggelar audiensi hingga aksi nyata dalam waktu dekat demi menuntut kejelasan fungsi bangunan tersebut













