TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID —Sabtu,(22/07) Babak baru yang penuh harapan terbuka bagi dunia usaha perempuan di Luhak Nan Tuo. Marisa Jemmy, S.H., M.H. — sosok pengusaha, advokat sekaligus akademisi — kini resmi Menjadi Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Tanah Datar untuk masa bakti lima tahun ke depan, yakni periode 2026–2031. Pertemuan perdana kepengurusan yang baru terbentuk ini menjadi momen bersejarah: tempat di mana wajah‑wajah pengurus saling mengenalkan, menyatukan niat dan arah tujuan, serta mulai menyusun peta jalan program kerja yang akan membawa perubahan nyata bagi ribuan perempuan pengusaha di tanah kelahiran ini.
Di hadapan jajaran pengurus dan anggota, Marisa menegaskan visi besarnya dengan tegas dan penuh semangat: “Mewujudkan IWAPI yang solid, profesional, transparan, dan berdaya saing — agar keberadaan organisasi ini benar‑benar memberi manfaat nyata bagi setiap perempuan pengusaha di Tanah Datar.” Baginya, IWAPI bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan rumah bersama yang memperkuat anggotanya berdiri tegak, mandiri, mampu bersaing, serta tumbuh makin maju selangkah demi selangkah. Visi ini lahir bukan sekadar dari pemikiran teori, melainkan pengalaman langsung — ia sendiri pelaku usaha yang memahami betul bagaimana membangun bisnis, mengelola manajemen, menghadapi persaingan, memperluas jaringan hingga menciptakan peluang baru.
Menurutnya, menjadi perempuan pengusaha masa kini tak cukup hanya pandai menjalankan usahanya — mereka butuh pengetahuan hukum yang kuat, akses pasar yang terbuka lebar, jaringan kerja sama yang luas, serta pendampingan yang setara dan berkelanjutan. “Wanita pengusaha harus mampu berdiri sendiri, namun tak boleh berjalan sendirian,” ungkap Marisa dengan nada tulus. Oleh sebab itu, arah langkah ke depan sangat jelas: memperkuat kapasitas anggota lewat pelatihan dan pendampingan nyata, membuka akses peluang usaha serta jaringan kemitraan, menata organisasi yang rapi dan transparan, serta menyusun program kerja yang benar‑benar menyentuh kebutuhan langsung anggotanya — tak sekadar seremonial atau rencana di atas kertas.
Ia menekankan bahwa di masa kepemimpinannya, IWAPI akan bergerak dengan prinsip sederhana namun kuat: “Hadir, Bekerja, dan Berjuang untuk IWAPI.” Semboyan ini bukan sekadar kata‑kata indah di spanduk — melainkan janji kerja nyata. “Saya hadir bukan sekadar menjadi pengurus atau duduk di jabatan ketua; saya hadir untuk bekerja, bergerak bersama, menyelesaikan persoalan, dan membawa perubahan yang terlihat dan dirasakan semua orang,” tegasnya. Keterbukaan komunikasi, kebersamaan yang terjalin erat, serta keterlibatan penuh setiap anggota — dari pengurus hingga tingkatan paling bawah — menjadi pilar utama agar tak ada satu pun suara yang terabaikan atau ditinggalkan.
Marisa juga mengajak seluruh elemen organisasi menyadari bahwa tantangan ke depan makin berat namun peluang makin terbuka lebar. Solidaritas antar‑anggota harus tumbuh menjadi kekuatan besar; saling berbagi pengalaman, ilmu, dan kesempatan, bukan bersaing satu sama lain. “Kita bangun bersama, kita tumbuh bersama, dan kita sukses bersama — itulah semangat sejati IWAPI,” ujarnya. Organisasi yang kuat lahir bukan dari nama besarnya, melainkan dari kepercayaan anggotanya, keterbukaan informasinya, serta hasil kerjanya yang nyata di lapangan.
Menutup pertemuan perdana ini, Marisa Jemmy mengajak semua pihak tak sabar menunggu — melainkan segera melangkah bersama. “Kini saatnya kita buktikan: IWAPI Tanah Datar bukan hanya organisasi yang ada di daftar nama, melainkan kekuatan perempuan pengusaha yang makin mandiri, makin cerdas, makin berdaya saing, dan makin membawa kemajuan bagi keluarga serta masyarakat kita,” pungkasnya penuh harapan. Bersama tekad yang bulat, visi yang satu, dan langkah yang tegap, IWAPI Tanah Datar di bawah kepemimpinan Marisa Jemmy siap melangkah — hadir, bekerja, berjuang, dan membawa perubahan yang nyata!.***








