Kegiatan Pra-WAPA I 2026: Calon Kader Baru Dikenalkan dengan Hakikat dan Sejarah HIMMAH NWDI

banner 636x380

Lombok Timur, Forumkota.id Ahad, 4 Oktober 2026, Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) HIMMAH NWDI IAI Hamzanwadi Pancor menggelar kegiatan Pra-WaPA I 2026 dengan agenda utama Materikulasi Ke-Himmah-an.

Kegiatan ini dihadiri penuh semangat oleh para calon kader baru, panitia pelaksana WaPA I, serta jajaran pengurus Komisariat HIMMAH NWDI IAI Hamzanwadi Pancor. Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Fauzan Puad, M.Pd., mengupas makna mendalam tentang hakikat, sejarah, dan arah perjuangan organisasi ini.

banner 636x380

Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan lancar dan dipenuhi antusiasme luar biasa dari para calon kader. Keaktifan mereka mengajukan pertanyaan setelah pemaparan materi bukan sekadar partisipasi — melainkan cerminan kerinduan tulus untuk memahami jati diri, sejarah, nilai-nilai, serta visi luhur yang melekat pada nama HIMMAH NWDI.

Berikut pokok-pokok gagasan yang disampaikan:

1. Menjadi Kader HIMMAH: Sebuah Keistimewaan dan Amanah

Menjadi bagian dari keluarga besar HIMMAH bukan sekadar keanggotaan — ia adalah sebuah keberuntungan sekaligus kemuliaan. Hal ini tak lepas dari sosok pendirinya: TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid, ulama agung sekaligus Pahlawan Nasional, yang meletakkan fondasi organisasi ini dengan pandangan jauh ke depan.

Beliau sendirilah yang memberikan nama “HIMMAH”, terinspirasi dari syiar luhur:

هِمَّةُ الرِجَالِ تَهْدمُ الْجِبَالَ
“Semangat pemuda melampaui cadas gunung  tertinggi.”

HIMMAH bermakna Himpunan Mahasiswa — namun di balik nama sederhana itu tersimpan visi agung: menyatukan para pemuda yang memiliki idealisme murni, semangat membara, serta wawasan yang luas. Mahasiswa dipandang sebagai kekuatan yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berhati peka, berwawasan luas, dan bertekad membangun perubahan. HIMMAH hadir sebagai wadah untuk menempa, mengembangkan, dan mengarahkan potensi tersebut — agar lahir pribadi yang cakap, berakhlak, dan peduli pada nasib umat, bangsa, dan kemanusiaan.

2. Sejarah Kelahiran dan Jati Diri Perjuangan

HIMMAH NWDI resmi didirikan pada 5 Juni 1966 — di tengah gelombang pergolakan bangsa yang penuh ketegangan ideologis dan dinamika politik yang membelah negeri. Di saat itulah TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid mendirikan HIMMAH sebagai benteng sekaligus mercusuar: mengumpulkan para pemuda cendekiawan Nahdlatul Wathan agar tak hanyut dalam arus, melainkan menjadi pelopor ketenangan, kebenaran, dan kemajuan.

HIMMAH NWDI berdiri di atas asas Ahlussunnah wal Jama’ah bermazhabkan Imam Asy-Syafi’i — sama dengan induk organisasinya — dan merupakan badan otonom yang berdiri sejajar, memiliki kewenangan, serta tanggung jawab strategis di ranjang kemahasiswaan. Tugasnya bukan sekadar meneruskan nama, melainkan menghidupkan semangat, nilai, dan arah perjuangan agar tetap relevan di setiap zaman.

Menjadi kader berarti memahami: mengapa kita berdiri, dari mana kita berasal, dan ke mana arah perjuangan ini dibawa. Bukan sekadar mencantumkan nama dalam daftar — melainkan memegang teguh amanah para pendiri.

Penutup

Matrikulasi ini adalah gerbang awal perjalanan panjang. Langkah kecil hari ini adalah fondasi bagi kader-kader masa depan yang tak hanya tahu aturan organisasi, tetapi paham jiwanya — kader yang memiliki visi, teguh pendirian, cerdas berpikir, dan tulus mengabdi.

Semoga kegiatan ini melahirkan generasi penerus yang membawa semangat HIMMAH: kokoh berdiri di jalan kebenaran, tajam dalam pandangan, hangat dalam pengabdian, dan menjadi kekuatan nyata bagi agama, organisasi, masyarakat, serta bangsa Indonesia.

banner 636x380