Jalan Pengganti Belum Sesuai Janji, Warga Mengeluh — Janji Pihak Proyek Untuk Kenyamanan Warga Tidak Terpenuhi

banner 636x380

TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID — Harapan warga atas jalan pengganti yang layak dan nyaman kini berubah menjadi kekecewaan. Pengalihan jalan di wilayah Jorong Bungkam dinilai tidak optimal, jauh dari janji yang disampaikan pihak pelaksana sejak awal perencanaan. Satu pertanyaan muncul: mengapa kesepakatan yang dibangun bersama masyarakat belum terwujud hingga kini?

 

banner 636x380

Keluhan disampaikan oleh warga yang diwakili salah seorang tokoh masyarakat Minggu (20/09), namun memilih tidak menyebutkan namanya secara terbuka. Ia menegaskan pengalihan jalan yang ada saat ini belum memenuhi standar layak yang dijanjikan. Yang menarik, Kepala Jorong Safaruddin justru tercatat masuk dalam struktur kepengurusan proyek tersebut — posisi yang seharusnya menjadi jembatan aspirasi warga, namun keluhan tetap tidak terselesaikan.

 

Saat awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Kepala Jorong Safaruddin Minggu (20/09), panggilan telepon berulang kali dilakukan namun tak kunjung diangkat — status tetap memanggil tanpa jawaban. Di saat yang sama, Wali Nagari Mulyadi mengakui kebenaran keluhan tersebut. “Memang benar, pengalihan jalan itu belum optimal,” ujarnya secara terbuka. Padahal sebelum pekerjaan dimulai, telah digelar musyawarah bersama masyarakat. Di hadapan warga, pihak proyek berjanji: jalan pengganti akan dicor rapi, dilengkapi penerangan, dan dibuat senyaman mungkin. Namun kenyataan hingga kini belum menepati janji itu.

 

Penelusuran awak media menunjukan proyek yang dimaksud adalah pembangunan Jembatan Penggantian di ruas Simpang Gantiang Payo, batas wilayah Kabupaten Tanah Datar, dengan nomor kontrak 630/04/KTRK-P.092-BM/VII/2026. Pekerjaan bernilai tujuh miliar rupiah ini dilaksanakan oleh CV. TRI ARJAFA SEKWAN — proyek yang seharusnya membawa kemajuan, namun justru meninggalkan keluhan di tengah masyarakat.

 

Di lokasi proyek, awak media juga mencatat hal yang patut diperhatikan: kesiapan keselamatan kerja belum memenuhi standar. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan para pekerja terlihat minim dan tidak lengkap. Padahal nilai kontrak yang besar seharusnya menjamin tidak hanya kualitas bangunan, tetapi juga perlindungan keselamatan bagi setiap orang yang bekerja di sana.

 

Hingga berita ini ditayangkan, awak media belum berhasil menjangkau pihak proyek maupun pengawas lapangan untuk meminta tanggapan — keduanya tidak berada di lokasi yang bertepatan dengan hari libur. Pertanyaan warga pun masih menggantung: apakah janji pengecoran dan pemasangan lampu akan benar-benar dilaksanakan, atau hanya menjadi kata-kata saat butuh persetujuan?

 

Masyarakat tidak menuntut lebih — mereka hanya meminta ditepati apa yang telah dijanjikan di ruang musyawarah. Jalan pengganti bukan sekadar lintasan sementara, melainkan hak warga untuk tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman. Wali Nagari Mulyadi pun diharapkan turun tangan memastikan kesepakatan dipenuhi. Awak media akan terus berupaya mengonfirmasi kembali kepada Kepala Jorong Safaruddin, pihak proyek, maupun pengawas lapangan pada kesempatan pertama.***

banner 636x380