TANAH DATAR, forumkota.id — Harapan warga Nagari Lima Kaum dan sekitarnya memiliki jembatan baru semakin tertunda. Proyek pembangunan Jembatan Panti senilai Rp11.383.587.500 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini terlihat sepi. Pekerjaan yang seharusnya tuntas dalam 173 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 09 Juli 2026, nyatanya kini berhenti total di tengah jalan.
Peninjauan awak media langsung ke lokasi proyek Senen (02/11) memperlihatkan kesunyian yang kontras dengan pentingnya infrastruktur ini. Material yang tertumpuk tak bergerak, alat berat terparkir diam, dan yang paling mendasar, para pekerja tak lagi tampak bekerja. Dari pantauan di lapangan, aktivitas konstruksi telah berhenti total dalam beberapa hari terakhir.
Saat dikonfirmasi di lokasi, para pekerja sebut saja Jono menyampaikan alasan yang membuat proyek vital ini terhenti. “Kami berhenti bekerja karena pembayaran dari pihak kontraktor tidak jelas,” ungkap salah satu pekerja kepada awak media. Ketidakpastian arus pembayaran inilah yang memaksa mereka menghentikan aktivitas di lapangan, bukan karena faktor cuaca maupun teknis.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini dikerjakan oleh CV. Nadha Permata dengan anggaran mencapai Rp11.383.587.500, bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat. Waktu pelaksanaan tercatat 173 hari kalender, dengan target penyelesaian yang seharusnya tercapai pada awal tahun 2027 mendatang. Jika terhenti lebih lama, dikhawatirkan target tersebut melesat jauh.
Terhentinya proyek ini bukan sekadar soal beton dan besi yang belum terpasang. Bagi warga sekitar, Jembatan Panti adalah urat nadi konektivitas yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan perjalanan harian. Semakin lama proyek terbengkalai, semakin besar kerugian yang ditanggung masyarakat yang selama ini menanti akses yang aman dan nyaman.
Awak media berharap pihak kontraktor maupun Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat segera memberikan kejelasan terkait kendala pembayaran ini. Uang rakyat tidak boleh berhenti di tengah jalan. Warga berhak tahu: kapan jembatan ini kembali dikerjakan dan kapan bisa benar-benar dilalui dengan aman? Kejelasan dan transparansi kini sangat dinantikan.***













