, JAKARTA — Kebijakan penerapan tarif bea masuk keAmerika Serikat(Yang diterapkan Presiden AS)Donald Trumpdisebut semakin menekan industri petrokimia global. Padahal, industri ini sedang menghadapi tantangan banjir pasokan dari produsen terbesar yaitu Tiongkok.
DikutipReuters, Rabu (10/9/2025), laporan dari konferensi APPEC di Singapura menyebutkan bahwa penerapan tarif Trump ini membuat Tiongkok mulai mengalihkan ekspornya ke pasar Asia, menurut sejumlah eksekutif industri petrokimia.
Kepala Perdagangan Petrokimia TotalEnergies Ganesh Gopalakrishnan memperingatkan bahwa gangguan pengalihan pasar oleh produsen Tiongkok ini berpotensi menyebabkan penurunan perdagangan petrokimia global hingga 15%.
“Jika tarif tetap berlaku, perdagangan petrokimia akan mengalami penurunan 15% lagi di atas penurunan 34% yang telah terlihat dalam 5 tahun terakhir,” kata Ganesh Gopalakrishnan, dikutip dariReuters, Rabu (10/9/2025).
Ia menjelaskan, kelebihan kapasitas produksi di pasar global menjadi penyebab utama tertekannya perdagangan dalam beberapa tahun terakhir. Industri ini bahkan terancam kesulitan bertahan menghadapi perubahan pola perdagangan global.
Wakil Presiden Eksekutif Haldia Petrochemicals Sanjiv Vasudeva menambahkan bahwa tarif perdagangan juga mendorong negara-negara untuk bersikap lebih proteksionis.
“Lebih sulit untuk merencanakan investasi jangka pendek karena kelebihan kapasitas dan volatilitas pasar,” katanya.
Meskipun demikian, dia menyoroti bahwa India masih berada di titik terang karena konsumsi petrokimia di negara tersebut masih tumbuh stabil.
Kondisi ini juga dirasakan Malaysia. Kepala Komersial Petronas Chemicals Group Bahrin Asmawi mengatakan, produk-produk Tiongkok kini membanjiri pasar Asia akibat terhambatnya ekspor ke AS.
“Pasar utama kami adalah Asia Selatan, Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan semuanya sedang dipasok, diserang oleh Tiongkok karena mereka tidak dapat memasok ke AS,” katanya.
Untuk mengantisipasi persaingan yang ketat, Petronas Chemicals memilih untuk melakukan diversifikasi bisnis. Perusahaan tersebut kini memperluas portofolionya ke bahan kimia khusus. Bahkan, mereka telah mengakuisisi dua perusahaan di Eropa untuk mendapatkan teknologi baru yang akan dibawa masuk ke pasar Asia.













