Ajudan Plt Bupati Lampung Tengah Disorot, Warga Keluhkan Sulitnya Akses Komunikasi

Berita5251 Dilihat
banner 636x380

FORUMKOTA.ID| LAMPUNG TENGAH — Kinerja seorang ajudan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah berinisial WA menuai sorotan. Sejumlah keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan akses komunikasi untuk menyampaikan aspirasi kepada Plt Bupati Lampung Tengah disampaikan kepada awak media.

 

banner 636x380

Hal tersebut diungkapkan Hidayat, salah seorang pemuda asal Gunung Sugih. Ia mengaku beberapa kali mencoba menghubungi ajudan tersebut dengan maksud menjembatani komunikasi dengan Plt Bupati, terutama untuk menyampaikan gagasan dan masukan terkait pembangunan di Lampung Tengah.

 

Namun, menurut Hidayat, upayanya tersebut tidak mendapatkan respons.

 

“Saya susah sekali berkomunikasi dengan Plt Bupati. Padahal niat saya hanya ingin menyampaikan gagasan atau ide untuk membangun Lampung Tengah. Namun, ajudan seperti menutup diri. Beberapa kali saya hubungi tidak pernah merespons,” ujar Hidayat.

 

Keluhan tersebut, kata Hidayat, kembali terjadi saat dirinya mengetahui adanya kebakaran lahan di ruas jalan Gunung Sugih–Kota Gajah, tepatnya sebelum Kantor DPRD Lampung Tengah.

 

Mengetahui kejadian tersebut, Hidayat mengaku langsung berupaya meminta bantuan kepada jajaran Satpol PP Lampung Tengah.

 

“Saya diberi tahu adik saya bahwa ada kebakaran hutan di ruas Jalan Gunung Sugih–Kota Gajah, tepatnya sebelum Kantor DPRD. Saya kemudian menghubungi Kasat Pol PP Lampung Tengah untuk meminta bantuan pemadam dan mendapat respons yang baik.”

 

Namun, setelah tiba di lokasi, ia mengaku kembali menghadapi persoalan. Mobil pemadam yang datang disebut mengalami kendala karena peralatan pemadam tidak berfungsi.

 

Dalam kondisi tersebut, Hidayat mengaku mencoba menghubungi ajudan Plt Bupati berinisial WA untuk meminta bantuan lebih lanjut. Namun, menurutnya, panggilan maupun pesan yang disampaikan tidak mendapatkan respons.

 

“Saya di lokasi melihat mobil pemadam tidak berfungsi karena alat pemadamnya rusak. Saya kemudian mencoba menghubungi salah satu ajudan Plt Bupati, tetapi tidak direspons. Padahal saya masyarakat yang sedang panik karena ada kebakaran dan membutuhkan pertolongan.”

 

Hidayat menilai seorang ajudan seharusnya dapat menjadi jembatan komunikasi antara kepala daerah dan masyarakat, terlebih ketika ada persoalan yang bersifat mendesak.

 

“Seorang ajudan tidak semestinya menutup diri dari masyarakat, apalagi dalam situasi yang urgen seperti ini. Ini keluhan masyarakat yang memang harus disampaikan. Jangan sampai menjadi ajudan yang ABS (asal bapak senang),” tegasnya.

 

Ajudan Berikan Respons

 

Sementara itu, awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada WA melalui pesan WhatsApp terkait keluhan tersebut.

 

Dalam responsnya, WA menulis:

 

“Ooo berarti hanya sebatas ini ya, Yay? Atur aja, nggak apa-apa, saya ikut tarian kamu.”

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari WA mengenai maksud respons tersebut maupun alasan tidak merespons komunikasi yang disampaikan Hidayat.(Hidayat)

banner 636x380