Tanah Datar, ForumKota.id, Masih ingat kasus dugaan perselingkuhan Yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tanah Datar yang terjadi hampir 3 tahun terakhir ini [?], jawabannya pasti tidak ingat, hal ini disebabkan karena kasuistiknya “silent” dan tidak di ekspos ke publik namun untuk internal sekolah sudah tidak ada yang tidak mengetahui kisah sejoli selingkuh ini, termasuk para siswa dan para tendik di Sekolah tersebut.
Kronologisnya, lebih kurang tiga tahun yang lalu, pada MAN 2 Tanah Datar, antara inisial “Mrt” oknum guru laki-laki dengan Mapel Bimbingan Konseling (BK) pada sekolah tingkat menengah di lingkungan Kemenag Tanah Datar yang masih berstatus sebagai suami sah dari seorang isteri Sholehah, dan seorang Perempuan inisial “St” seorang perempuan berstatus Janda dan oknum salah seorang guru pada madrasah tersebut.
Diketahui, bahwa perselingkuhan tidak mungkin terjadi jika tidak ada niat dan kesempatan dari kedua pelaku, terutama jika kedua belapihak tidak dibekali rasa tanggungjawab terhadap pasangan masing-masing dan anak-anak.
Peristiwa ini mencuat kepermukaan minimal sekitar intern, dan pihak sekolah sudah mengetahui persoalan ini, namun tindakan tegas dari kepala sekolah sampai sekarang tidak jelas dan tegas, namun informasi yang dihimpun ForumKota. id, bahwa kedua pelaku ini masih berstatus Kontrak (saat ini P3K), jadi ada masa limit waktunya, dan pihak sekolah juga telah respon, dengan pertimbangan kontrak berjangka, maka terhadap keduanya belum dilakukan penindakan.
Rumor semakin membias ke permukaan publik, kekhawatiran banyak datang dari pihak orang tua siswa/i, jika persoalan ini tetap dibiarkan maka tak heran orang tua dari siswa juga khawatir terhadap kondisi putra-putrinya yang menimba ilmu di sekolah tersebut akibat bercermin dengan kondisi “duo sejoli” yang saling kasmaran tanpa ikatan perkawinan.
Dikonfirmasi dengan Kepala Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Tanah Datar Hendri Pani Dias, melalui Kasubag (PLT) Kemenag Agustamam, dia menyampaikan, yang pertama, bahwa Madrasah Aliyah memang berada dibawah naungan Kemenag Kabupaten, dan yang kedua, menurut Agustamam, pihaknya akan mencoba menelusuri persoalan dan informasi terkait perselingkuhan di lingkungan MAN 2 Tanah Datar.
”Besok (Senin, 8 Juni) akan kita coba konfirmasi dan klarifikasi kepada kepala sekolahnya, dan tentu saja kita akan informasikan kembali”, kata Agustamam.
Saat ini, diketahui MAN 2 Tanah Datar sedang digadang-gadang dengan prestasi siswa, terutama dengan prestasi 85 Persen Lulusan sekolah itu berhasil lolos masuk di berbagai PTN di Negeri ini untuk tahun akademik 2026/2027, namun apa yang terjadi kemudiannya, terungkap ke permukaan bahwa dua oknum guru dengan status Kontrak PPPK (baca ;P3K) ternyata tengah merajut hubungan terlarang dalam konteks perselingkuhan, pihak sekolah diam dan tidak bisa bertindak.
” Jika kasus ini benar setelah kami telusuri nantinya, kami dari Kemenag akan memberikan sanksi dan tindakan” Agustamam yang juga mantan Kepsek di MAN 2 Tanah Datar ini menegaskan.
Saat media ini mengkonfirmasi dengan Kasi Penmad Kemenag Tanah Datar melalui selularnya, Minggu (7/06), Namun yang bersangkutan tidak menjawab dan bahkan terkesan mengabaikan.**
Dibalik Prestasi MAN 2 Tanah Datar, “Ternyata Ada Dugaan Kisruh Asmara Sejoli Yang Dipendam”











