Tanah Datar, Forumkota.id,- Suasana luar biasa meriah sekaligus sangat khidmat meliputi seluruh penjuru Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, hari ini Minggu (12/7/2026). Bertepatan dengan tanggal 27 Muharram 1448 Hijriah, Karapatan Adat Nagari Gurun menggelar perhelatan agung dan bersejarah Batagak Gala Panghulu. Diramaikan warga lokal, tokoh adat lintas nagari, serta undangan khusus berbondong-bondong hadir menyaksikan momen sakral ini, bukti nyata bahwa warisan luhur Minangkabau tetap hidup dan dijaga dengan sepenuh hati di tanah kelahiran.
Sebanyak sepuluh putra terbaik pilihan kaum resmi dikukuhkan secara sakral memikul gelar serta tanggung jawab sebagai Panghulu mewakili beragam suku dan kaum di Nagari Gurun. Mereka adalah: Dr. Feby Dt. Bangso Kayo, Muhammad Zidane Dt. Basa, Rio Antoni SE Dt. Rajo Malano, Muhammad Syukur S.Pd.I Dt. Godang Rajo, Amron Dt. Malano Nan Putiah, Arif Budiman SE A.Md Dt. Rajo Endah, Ambril SH M.AP Dt. Mangkuto Kayo Nan Kuniang, Usri Khatik Bangso Kayo, Hafiz Khatik Malano Nan Putiah, serta Richie SH Khatik Mangkuto Kayo Nan Kuniang.
Salah satu tokoh utama yang baru saja dikukuhkan, Dr. Feby Dt. Bangso Kayo, menyampaikan pernyataan penuh haru dan tekad yang tak tergoyahkan. “Gelar ini bukanlah hiasan untuk dipamerkan, melainkan amanah yang sangat berat untuk menjaga kehormatan nagari, melindungi hak-hak kaum, serta menegakkan kebenaran berlandaskan prinsip abadi: Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah,” tegasnya dengan suara berwibawa di hadapan ribuan hadirin. Ia berjanji akan mengabdi tanpa pamrih demi kesejahteraan seluruh warga.
Sebagai kunci lainnya, Dt. Paduko Basa turut memberikan pandangan mendalam yang menggugah semangat seluruh peserta. “Batagak Gala Panghulu ini bukan sekadar upacara seremonial belaka, melainkan denyut nadi kelestarian adat kita. Pemimpin adat yang baru lahir hari ini adalah jaminan persatuan, sekaligus jembatan yang kokoh agar nilai-nilai leluhur tetap relevan dan diterima dengan baik oleh generasi muda di tengah derasnya arus perubahan zaman,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, penuh nuansa keagamaan serta kekayaan budaya asli Minangkabau. Prosesi pengukuhan disertai irama saluang jo dendang yang syahdu, doa bersama, serta penyampaian pesan adat dari para tetua. Kehadiran tokoh adat dari berbagai wilayah di Tanah Datar dan sekitarnya semakin mengukuhkan eratnya ikatan persaudaraan anak nagari yang tak terputus oleh apa pun.
Di bawah kepemimpinan para panghulu yang baru, adat istiadat akan semakin tegak lurus, kerukunan antarwarga semakin kuat, dan pembangunan nagari akan melesat maju menuju kesejahteraan nyata. Peristiwa ini menjadi bukti abadi: di Tanah Datar, warisan leluhur bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan fondasi kokoh untuk membangun masa depan yang gemilang.***









