Gubernur Khofifah Pastikan Tanggul Bronjong Gedangan Selesai 100 Persen

Berita0 Dilihat
banner 468x60

, TRENGGALEK – Gubernur Jawa TimurKhofifah Indar Parawansamemastikan bahwa pembangunan tanggul bronjong di aliran Sungai Gedangan, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, telah selesai sepenuhnya. Kejelasan ini ia sampaikan setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Kamis (4/12).

Pembangunan tanggul ini merupakan tindakan cepat yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur dalam mengatasi dampak banjir besar yang terjadi di Trenggalek pada bulan Februari dan Juni 2025. Saat itu, banjir menyebabkan kerusakan pada tanggul sungai, saluran irigasi, serta berdampak serius terhadap lahan pertanian serta mengancam permukiman warga serta jalan raya.

banner 336x280

Pengelolaan dilakukan di Desa Kertosono Kecamatan Panggul berupa pembangunan dinding penahan sepanjang 654 meter dengan ketinggian ±5,5 meter, struktur groundsill yang memiliki panjang total 53 meter dengan tinggi ±3 meter, pemasangan tiga buah krib dengan ketinggian 4 meter, serta pemasangan pipa sepanjang 158,5 meter.

Seluruh pekerjaan yang dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp15,85 miliar mencakup pembangunan tanggul bronjong di Desa Panggul Kecamatan Panggul dengan panjang 90 meter.

“Apa yang diharapkan dari program besar Presiden Prabowo mengenai swasembada pangan tidak akan bisa tercapai jika sistem irigasi teknis tidak berjalan lancar. Irigasi teknis ini juga sangat berkaitan dengan proses yang sering terganggu akibat banjir, serta peralihan air dari sungai,” katanya.

Selanjutnya, Khofifah mengungkapkan, proyek ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkab Trenggalek setelah banjir mengganggu saluran irigasi yang menyuplai air ke 240 hektar lahan pertanian di lima desa, yaitu Gayam, Nglebeng, Panggul, Kertosono, dan Wonocoyo.

Khofifah berharap sistem saluran dan keranjang yang telah dibangun dapat meningkatkan produktivitas petani, mengurangi kemungkinan banjir serta mencegah air meluap ke permukiman dan jalan raya.

“Air merupakan kehidupan. Artinya, hal ini menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. Seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati, dulu hanya sekali panen, tetapi sekarang bisa mencapai tiga kali panen,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengucapkan terima kasih atas tindakan cepat yang dilakukan Pemprov Jatim. Ia menyebut bahwa banjir yang sering terjadi sebelumnya merusak sistem irigasi dan menghambat para petani dalam melakukan produksi secara maksimal.

“Terima kasih Ibu Gubernur. Alhamdulillah ini tindakan cepat dari provinsi yang dengan anggaran yang cukup besar, manfaatnya jauh lebih besar,” katanya.

Bupati Arifin menambahkan bahwa kondisi geografis yang dimaksudTrenggaleksebanyak 70 persen wilayah berupa dataran tinggi menyebabkan lahan pertanian yang datar sangat terbatas, sehingga kehadiran pembangunan tanggul bronjong dan pipa saluran irigasi ini menjadi jawaban penting bagi para petani.

“Kami selalu senang ketika berbicara dengan Ibu Gubernur karena tidak hanya memperhatikan pertanian saja, tetapi juga agro ekologikal atau pertanian yang berlandaskan ekologi,” tambahnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *