KABUPATEN CHEROKEE,– Seorang wanita di Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, memeluk pria yang membunuh suaminya dalam kasus tabrak lari, beberapa saat setelah hakim membacakan putusan.
Saat itu terjadi pada Kamis (7/8/2025) di ruang sidang Pengadilan Tinggi Cherokee County. Dalam rekamanWSB-TV, seorang wanita bernama Regina Johnson terlihat melingkarkan tangannya di leher terdakwa, Joseph Tillman.
Keduanya berpelukan selama beberapa detik. Tillman terlihat memerah dan berlinang air mata saat melepas pelukan tersebut.
Tillman diketahui menewaskan Chuck Johnson, suami Regina, dalam kecelakaan tabrak lari tahun lalu.
MengutipOrang-orang, Sabtu (9/8/2025),WSB-TVmelaporkan bahwa saat kejadian, Tillman berada di bawah pengaruh nitrogen oksida ketika menabrak Chuck yang sedang mengendarai sepeda listrik.
Di tengah pelukan, Regina bisikkan kata maaf kepada Tillman. Pelaku kemudian membalas dengan rasa penyesalan.
“Saya sangat menyesal. Saya sangat menyesal,” kata Tillman.
Dalam pernyataan emosional di persidangan, Tillman juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya berdoa agar Anda mendengar isi hati saya ketika saya mengatakan bahwa saya benar-benar, sepenuhnya menyesal,” katanya dengan suara bergetar.
Regina mengakui tindakannya memeluk Tillman didasari keyakinan bahwa Tuhan memintanya melakukannya.
“Tuhan berkata kepada saya bahwa dia butuh pelukan seorang ibu,” kata Regina kepada WSB-TV.
“Joey (nama panggilan Tillman) belum tahu seberapa besar Tuhan mengasihinya. Joey membutuhkan penyembuhan dari masa lalunya, seperti kita semua. Dan itulah hati serta doa kami,” lanjutnya.
Hakim Pengadilan Tinggi Cherokee County, Tony Baker, mengaku terkejut melihat momen tersebut.
“Saya rasa saya belum pernah melihat istri korban memeluk terdakwa saat mereka membunuh seseorang,” kata Baker.
Asisten Jaksa Wilayah Cherokee County, Pete Lamb, mengatakan bahwa Tillman mengakui bersalah atas tiga tuduhan dalam kasus pembunuhan tersebut.
Hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara, dengan tiga tahun pertama dijalani di penjara. Sisa hukuman dapat ditangguhkan jika Tillman mengikuti program rehabilitasi selama dua tahun.
Putri Chuck, Brittany McCarthy, juga hadir di persidangan. Ia menegaskan luka yang ditinggalkan Tillman tidak akan pernah hilang.
“Saya akan selalu menjadi putri dari pria yang kau bunuh,” kata Brittany dengan suara bergetar.
“Saya akan menjadi putri yang hatinya kau hancurkan, kehidupan yang kau ubah selamanya karena pilihanmu untuk menggunakan narkoba saat berkendara. Kau menjadi senjata mematikan, dan ayahku membayar harganya dengan nyawanya,” lanjutnya.
Sementara itu, pengacara Tillman, Paul Ghanouni, menyebutkan bahwa kliennya kini telah mengubah gaya hidupnya dan berada di jalur yang benar untuk menjalani hidup secara positif.
