LABUAN BAJO, – Jalan provinsi yang menghubungkan Labuan Bajo–Terang di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, mengalami tanah longsor parah. Sebagian badan jalan terjatuh ke dalam jurang, sehingga akses transportasi di jalur penting tersebut dalam kondisi kritis dan rentan putus total.
Kerusakan terjadi di ruas jalan Nggorang–Terang, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas penduduk dari dan menuju wilayah utara Manggarai Barat. Amblasnya permukaan jalan akibat curah hujan tinggi yang terus-menerus mengguyur sejak bulan September lalu menyebabkan permukaan jalan perlahan menurun, hingga sebagian besar lapisan aspal terkikis dan jatuh ke lereng tebing.
Jalan Rusak Parah dan Retakan Semakin Meluas
Pengamatan pada hari Rabu (19/11/2025) menunjukkan keadaan jalan yang sangat memprihatinkan. Sekitar separuh bagian jalan telah hilang akibat longsoran, hanya menyisakan jalur sempit yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan perlahan. Tanah di sekitar lokasi tampak tidak stabil, dengan beberapa retakan panjang yang menunjukkan kemungkinan terjadinya longsoran berikutnya.
Beberapa pengendara sepeda motor terlihat berhenti sesaat sebelum melewati jalur tersebut. Beberapa dari mereka memutuskan turun dari kendaraannya untuk mengecek kondisi permukaan jalan, khawatir roda terpeleset atau bagian jalan yang masih tersisa ikut runtuh.
“Kita harus sangat waspada. Jalur yang tersisa ini semakin hari semakin sempit,” kata Axcel warga setempat.
Longsoran ini diduga disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur daerah tersebut sejak awal tahun 2025. Aliran air yang deras terus menggerus bagian bawah tebing hingga menyebabkan jalan perlahan turun dan runtuh.
Seorang pengguna jalan, Frederikus, menyampaikan kekhawatirannya.
“Saya melewati jalan ini setiap hari. Kini kondisinya sudah sangat berbahaya. Jika terjadi hujan deras, bisa saja putus sama sekali. Kami khawatir tidak bisa melewati jalan ini sama sekali,” katanya.
Menurutnya, jalur ini menjadi jalan utama bagi penduduk untuk bekerja, bersekolah, serta mengangkut hasil pertanian. Jika jalan ini benar-benar terputus, kegiatan sehari-hari masyarakat akan terhenti.
Tidak Ada Tindakan, Warga Meminta Pemerintah Mengambil Langkah Cepat
Sampai laporan ini dirilis, belum ada tanda-tanda tindakan dari pihak yang berwenang. Tidak terlihat adanya alat berat, bahan perbaikan, atau indikasi pekerjaan darurat di lokasi tersebut. Kondisi ini menambah kekhawatiran warga karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi selama beberapa minggu mendatang.
“Kami telah melaporkan kepada pemerintah desa, tetapi belum ada tindakan nyata. Kami memohon pemerintah kabupaten segera mengambil langkah sebelum terlambat,” ujar Frederikus.
Ia berharap diambil tindakan cepat berupa pemasangan bronjong penahan, penggalian tebing, atau perluasan jalur sementara agar akses tetap bisa digunakan.
Jalur Labuan Bajo–Terang tidak hanya berfungsi sebagai jalan penghubung antar-desa, tetapi juga menjadi jalur ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat di bagian utara Manggarai Barat. Banyak penduduk bergantung pada akses ini untuk menjual hasil pertanian, mengangkut kebutuhan pokok, serta memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan.
Warga berharap pemerintah setempat segera mengirimkan tim ahli untuk melakukan penilaian langsung di lapangan dan segera mengambil tindakan darurat agar jalur tidak terputus sama sekali.
“Kami sangat tergantung pada jalan ini. Jika terputus, seluruh kegiatan kami akan berhenti,” kata Riko, warga lainnya.
Dengan kondisi jalan yang semakin membahayakan keselamatan pengemudi, masyarakat meminta pemerintah segera mengambil tindakan cepat dan tanggap, agar masalah infrastruktur ini tidak berkembang menjadi krisis akses bagi ribuan penduduk di wilayah tersebut.













