FORUM KOTA.ID.LOMBOK TENTANG, Senen, 22 Desember 2025 – Bondir, Praya Barat, Lombok Tengah, NTB
Aksi seorang kepala desa yang terpaksa “mandi” di tengah jalan raya Bondir, Praya Barat, Lombok Tengah, pada hari ini (22 Desember 2025) menjadi sorotan warga setempat. Hujan deras yang turun sejak pagi hari membuat lubang-lubang besar di jalan tersebut terisi air hingga ketinggian lutut, menjadikannya seperti genangan yang tidak bisa dilewati tanpa membasahi tubuh. Kepala Desa Bondir, I Nyoman Sudarma, yang sedang meninjau kondisi jalan setelah hujan, tidak sengaja terjatuh ke dalam lubang yang terisi air, membuat seluruh baju dan celananya basah kuyup.
Kisah ini menyebar cepat melalui media sosial setelah salah satu warga menangkap momen itu dengan ponsel cerdas. Dalam video yang berdurasi 30 detik, terlihat Bapak Sudarma sedang berjalan kaki menyusuri jalan raya Bondir yang penuh genangan, sebelum terjatuh ke dalam lubang yang tersembunyi di bawah permukaan air. Setelah bangkit, ia hanya tersenyum dan melanjutkan peninjauan, namun warga yang melihat merasa iba dan juga kesal karena kondisi jalan yang sudah lama tidak diperbaiki.
“Sudah lebih dari setahun kita minta perbaikan jalan ini, tapi tidak ada tindakan yang nyata,” ujar Made Laksmi, warga RT 03 RW 05 Dusun Bondir. Menurutnya, jalan raya Bondir adalah jalur utama yang dilalui warga untuk pergi ke pasar, sekolah, dan fasilitas umum di Praya Barat. Setiap hujan deras, lubang-lubang di jalan tersebut menjadi genangan yang dalam, membuat kendaraan sulit lewat dan bahkan sering menyebabkan kecelakaan.
Kepala Desa Sudarma, yang setelah insiden itu segera berubah baju dan melanjutkan aktivitasnya, mengakui bahwa kondisi jalan ini menjadi masalah besar bagi warga. “Saya tidak sengaja terjatuh, tapi ini justru menjadi bukti nyata betapa parahnya kondisi jalan kita,” katanya dalam keterangan kepada wartawan yang mendatangi lokasi. Menurutnya, permintaan perbaikan jalan sudah beberapa kali diajukan kepada dinas terkait di Kabupaten Lombok Tengah, namun selalu mendapatkan tanggapan bahwa dana belum tersedia atau proyek masih dalam tahap penjadwalan.
Wali Kelurahan Bondir, I Wayan Adi, menambahkan bahwa jalan raya Bondir memiliki panjang sekitar 2 kilometer dan sebagian besar bagiannya sudah rusak parah. “Selain lubang-lubang, permukaan jalan juga banyak yang retak dan miring, membuat kendaraan yang lewat harus berhati-hati,” katanya. Dia juga mengungkapkan bahwa beberapa kali ada upaya perbaikan sementara oleh warga sendiri, namun tidak bisa menyelesaikan masalah secara mendasar.
Ketika dikonfirmasi, dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Tengah menyatakan bahwa proyek perbaikan jalan raya Bondir memang sudah masuk dalam rencana tahunan 2025. Namun, menurut pejabat dinas yang tidak mau disebutkan namanya, proses pengadaan dan penawaran lelang masih dalam tahap berjalan. “Kita sedang berusaha secepatnya menyelesaikan proses administrasi sehingga proyek bisa segera dimulai,” katanya.
Warga setempat berharap bahwa insiden kepala desa yang terjatuh di jalan rusak ini bisa menjadi pemicu bagi dinas terkait untuk segera menindaklanjuti perbaikan jalan. “Kita tidak mau lagi melihat orang terjatuh atau kecelakaan terjadi karena jalan yang buruk,” ujar Ketua RT 03, I Gede Sujana. Dia menambahkan bahwa warga siap membantu dalam proses perbaikan jika dibutuhkan.
Pada sore hari, Bapak Sudarma kembali ke lokasi untuk melakukan peninjauan ulang dan berbicara dengan warga. Dia menjanjikan akan terus mendorong dinas terkait agar proyek perbaikan jalan bisa segera dimulai. “Kita tidak akan berhenti sampai jalan ini benar-benar diperbaiki dan aman untuk dilalui warga,” tegasnya.













