– Komunitas lari Free Runners Bandung di-boikot setelah melakukan aksi bagi-bagi bir gratis di acara marathon Pocari Sweat Run 2025.
Tindakannya menyebabkan panitia penyelenggara mengalami kerugian dan merusak nama baik hingga kredibilitas merek.
Tidak hanya membagikan bir kepada peserta lari maraton tanpa izin, komunitas tersebut juga memalsukan nomor BIB yang dilakukan oleh oknum anggotanya.
Nomor BIB adalah nomor identifikasi peserta yang digunakan dalam lomba lari.
Nomor ini biasanya dipasang di bagian depan dada peserta dan berfungsi sebagai identitas serta alat untuk mencatat waktu lari.
Selain itu, nomor BIB juga dapat berisi informasi medis penting yang berguna jika terjadi masalah selama lomba.
Akibat dari kedua kasus tersebut yang mendapat kecaman publik, komunitas Freerunners Bandung dipanggil oleh pemerintah Kota Bandung ke Balai Kota.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Satpol PP Kota Bandung, komunitas Free Runners Bandung dan Pace and Place (sponsor) dianggap telah melanggar Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.
Kedua belah pihak akan membayar denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mengumumkan permohonan maaf secara terbuka di media sosial.
“Pace & Place dan Free Runners Bandung siap mengumumkan pelanggaran di media massa berupa permohonan maaf, sudah terbuka dan juga pembayaran biaya paksaan penegak hukum sebesar Rp 5 juta,” kata Erwin di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Kamis (24/7/2025), dikutip dariTribun Jakarta.
Tidak hanya membayar denda, pihak yang melanggar juga diminta untuk melakukan kerja sukarela membersihkan area Balai Kota Bandung.
“Mereka dengan sukarela, siap sebagai permohonan maaf, akan membersihkan selama dua minggu di Balai Kota,” kata Erwin.
Erwin berharap apa yang dilakukan Free Runners Bandung dan Pace and Place menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar tidak terulang kembali dalam acara apa pun yang diselenggarakan di Kota Bandung.
“Saya berharap ke depan ini menjadi contoh, jangan sampai terulang kembali. Tadi kami sudah mengimbau kepada pihak Pocari Sweat untuk selalu memperhatikan perizinan, juga kepada pihak-pihak yang terlibat di dalam hal ini harus patuh dan taat kepada peraturan yang ada di Kota Bandung,” katanya.
Komunitas Freerunners dan oknum pemalsu BIB Diboikot
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menghadiri pertemuan dengan sponsor kegiatan bagi-bagi bir gratis yang dilakukan oleh komunitas lari Free Runner Bandung dalam acara lomba lari Pocari Sweat Run 2025 di Kota Bandung.
Dalam pertemuan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bandung tersebut, wanita yang akrab disapa Wina ini sangat menyesali adanya kegiatan ilegal yang merugikan Pocari Sweat selaku penyelenggara Pocari Sweat Run 2025.
“Kami dari pihak penyelenggara Pocari Sweat Run Indonesia 2025 sangat menyesal dan juga merasa dirugikan karena kegiatan ini sama sekali tidak ada pemberitahuan atau meminta izin atau persetujuan dari pihak penyelenggara,” kata Wina di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Kamis (24/7/2025).
Selanjutnya, Wina menambahkan karena dianggap telah merugikan nama baik dan kredibilitas merek Pocari Sweat, komunitas Free Runners Bandung diboikot selamanya dari kegiatan Pocari Sweat Run di mana pun.
“Kami nanti akan membicarakan kepada pihak Free Runners. Tentu saja, dengan kejadian seperti ini, ada hal yang akan kami tegaskan. Free Runner juga tidak bisa mengikuti acara Pocari berikutnya,” katanya.
Wina juga mengapresiasi kepastian Pemerintah Kota Bandung dalam memberikan sanksi kepada dua pihak penyelenggara yang membagikan bir gratis dalam acara Pocari Sweat Run 2025 di Kota Bandung.
“Justru kami juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang sangat siap, tegas memberikan sanksi sesuai dengan peraturan pemerintah yang ada. Jadi, kami mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Anggota Freerunners yang melakukan pemalsuan BIB juga diberi sanksi berat oleh pihak Pocari Sweat.
Sanksi tersebut diumumkan oleh pihak Pocari Sweat melalui Instagram resminya pada Sabtu (26/7/2025).
Pelaku pemalsuan BIB mendapatkan sanksi larangan seumur hidup untuk mengikuti semua kegiatan Pocari Sweat, termasuk acara Pocari Sweat Run dan event yang dikelola oleh RunID lainnya.
Jika terbukti mengikuti acara dengan cara apa pun, termasuk menggunakan identitas lain, maka akan ditempuh jalur hukum. Pelaku telah mengakui kesalahannya, meminta maaf, serta secara sukarela mengembalikan medali dan jersey finisher.
Kami mengecam tindakan pemalsuan BIB secara keras karena melanggar sportivitas, integritas dan membahayakan keselamatan. Kami berkomitmen untuk menjaga acara yang aman, adil, dan bertanggung jawab,menulisnya.
