“Laporkan Jika Terlewatkan!” – Bupati Lombok Timur Turun Tangan Setelah Data UMKM Melompat Lebih 31 Ribu, Mengungkap Kesalahan Perkiraan Besar

banner 468x60

ForumKota.id – 2 Desember – Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengeluarkan seruan tegas dan tak bisa diabaikan bagi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya: segera laporkan diri melalui saluran resmi jika belum pernah merasakan sentuhan bantuan permodalan yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian Lombok Timur. Langkah ini diumumkan dalam rapat kerja dengan Dinas Koperasi dan UMKM pada hari Senin (1/12), sebagai respons terhadap kesenjangan mencengangkan antara perkiraan awal dan data sebenarnya – yang membuka tabir bahwa skala tantangan di Lombok Timur jauh lebih besar dari yang diduga, bahkan mungkin banyak yang terlewatkan dalam penyaluran sebelumnya.

Awalnya, laporan sementara yang diterima oleh Kantor Bupati Lombok Timur menyatakan bahwa jumlah pelaku UMKM di daerah itu tidak akan melewati 25.000 entitas. Namun, ketika data verifikasi resmi dari Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur disampaikan dalam rapat tersebut, angka tersebut melompat tajam menjadi 31.452 pelaku UMKM – perbedaan hampir 6 ribu entitas yang tidak bisa diabaikan.

“Angka ini bukan sekadar hitungan sembarangan – ini adalah bukti bahwa gambaran awal kita tentang skala usaha kecil di Lombok Timur terlalu sempit,” ungkap Bupati Haerul Warisin dalam pidatonya di rapat. “Kemungkinan besar, banyak dari 31 ribu UMKM itu belum mendapatkan akses bantuan permodalan yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, saya memerintahkan agar saluran lapor diri dibuka segera – setelah mereka tercatat secara tuntas, kami akan berjuang sekuat tenaga agar bantuan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan di Lombok Timur, tidak ada alasan lagi untuk ada yang terlewat.”

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, yang juga hadir dalam rapat, menambahkan bahwa data 31.452 UMKM dihasilkan dari verifikasi lapangan selama 3 bulan terakhir, mencakup seluruh wilayah Lombok Timur. “Kami memverifikasi setiap entitas dengan memeriksa dokumen pendirian usaha dan keberadaan fisik di lokasi mereka di mana-mana di Lombok Timur,” katanya. “Data ini merupakan yang paling akurat yang kita miliki saat ini tentang usaha kecil di daerah kita.”

Komentar dari pelaku UMKM langsung menunjukkan harapan dan kebingungan yang mereka rasakan khususnya di Lombok Timur. Siti Nurhaliza (38), pemilik usaha kerajinan anyaman di Lombok Timur, mengatakan: “Saya sudah menjalankan usaha anyaman rotan ini di dusun saya di Lombok Timur selama 5 tahun, tapi belum pernah mendengar atau mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah daerah. Saya pikir saya tidak terdaftar karena lokasi saya agak jauh dari pusat, tapi ternyata data UMKM di Lombok Timur jadi lebih banyak – ini harapan baru bagi saya dan teman-teman usaha di sekitar sini. Semoga saluran lapor diri ini benar-benar menjangkau kita yang di pinggiran daerah.”

Begitu juga dengan Joko Susanto (42), pemilik warung makan di Lombok Timur: “Saya bekerja keras menjual makanan khas Lombok di warung saya di sini, tapi tidak pernah dapat bantuan apapun. Ketika mendengar data UMKM di Lombok Timur melompat sampai 31 ribu, saya merasa ‘oh, ternyata banyak yang sama dengan saya di seluruh Lombok Timur’. Seruan ini membuat saya optimis bahwa akhirnya pemerintah daerah memperhatikan kita yang usaha kecil yang mendukung perekonomian lokal di sini.”

Seruan lapor diri ini dianggap sebagai upaya transparan yang tegas untuk mengoreksi kesalahan perkiraan yang jelas terlihat di Lombok Timur. Terutama ketika jumlah UMKM yang sebenarnya terbukti jauh lebih banyak, artinya tantangan untuk menjangkau semua pihak di seluruh wilayah Lombok Timur menjadi jauh lebih berat – dan langkah ini tak terlewatkan lagi.

Dengan data yang lebih akurat, harapannya adalah penyaluran bantuan dapat lebih terarah, tanpa sia-sia, dan mampu menjangkau setiap sudut Lombok Timur yang membutuhkan. Langkah ini juga menjadi bukti komitmen pemimpin lokal untuk tidak hanya mengandalkan perkiraan sembarangan, melainkan berlandaskan fakta yang jelas dalam mengambil keputusan yang berdampak pada nasib ribuan pelaku usaha kecil di Lombok Timur. Ini adalah langkah yang harus diambil – sebelum lebih banyak UMKM di Lombok Timur terlewatkan dan kesenjangan antara harapan dan realitas semakin membesar, merusak perekonomian lokal yang sedang berjuang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *