GESER, SERAM BAGIAN TIMUR, MALUKU – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), berlangsung meriah. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah lomba dayung perempuan yang digelar di kawasan pesisir Tanusang Geser.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Negeri Geser dengan memanfaatkan kawasan wisata alam Tanusang sebagai arena perlombaan. Lomba dayung ini dibiayai melalui Dana Desa sebesar 3 persen dari anggaran tahun 2026, yang penggunaannya telah disepakati bersama masyarakat Negeri Geser.
Perlombaan dimulai dari ujung timur Tanusang Geser dan berakhir di Jembatan Tanusang. Pelepasan peserta dilakukan oleh Camat Seram Timur sebagai tanda dimulainya perlombaan.
Di garis finis, kegiatan tersebut turut disaksikan sejumlah unsur Forkopimcam dan pimpinan instansi terkait, di antaranya Kapolsek Seram Timur, Kalapas, Syahbandar, UPTD Pendidikan Seram Timur, serta Wakil Danramil. Kehadiran para pejabat tersebut menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan masyarakat dan pengembangan potensi lokal Negeri Geser.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak perlombaan dimulai. Warga memadati kawasan pesisir hingga sekitar Jembatan Tanusang untuk menyaksikan para peserta perempuan beradu kemampuan mendayung perahu menuju garis finis.
Tidak hanya masyarakat Negeri Geser dan wilayah Kecamatan Seram Timur, kegiatan tersebut juga menarik perhatian masyarakat dari sejumlah kecamatan lain, termasuk Kecamatan Siritaun Wida Timur, Ukar Sengan, Kian Darat, dan Tutuk Tolu.
Kepala Pemerintah Negeri Geser menjelaskan bahwa penggunaan anggaran sebesar 3 persen dari Dana Desa untuk kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tahun anggaran 2026 yang telah disepakati bersama masyarakat.
Menurutnya, lomba dayung tidak semata-mata dilaksanakan sebagai kegiatan hiburan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Negeri Geser untuk mempromosikan potensi wisata alam Tanusang.
Anggaran 3 persen ini berasal dari Dana Desa sesuai program tahun anggaran 2026 yang memang telah disepakati bersama masyarakat Negeri Geser untuk melaksanakan kegiatan lomba tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan lomba dayung merupakan bagian dari upaya menyatukan berbagai potensi yang dimiliki Negeri Geser, mulai dari olahraga bahari, budaya masyarakat pesisir, kebersamaan warga hingga promosi pariwisata.
Jadi kegiatan ini bukan hanya karena lomba dayung saja. Ini juga bagian dari bagaimana kita terus mempromosikan wisata alam Tanusang Geser. Semuanya kita padukan menjadi satu tujuan untuk membangun Negeri Geser agar ke depan semakin dikenal,” ujarnya.
Dalam perlombaan tersebut, panitia juga menyiapkan hadiah bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi. Pemenang tidak hanya ditentukan sampai juara pertama dan kedua, tetapi hadiah diberikan hingga juara kelima, sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh peserta yang telah berpartisipasi.
Lomba dayung perempuan juga memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 RI. Para perempuan pesisir menunjukkan semangat, keberanian, kekompakan, dan kemampuan dalam memanfaatkan lingkungan bahari sebagai bagian dari aktivitas positif masyarakat.
Pemanfaatan kawasan Tanusang sebagai lokasi perlombaan sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Panorama pesisir, aktivitas masyarakat, serta daya tarik lingkungan laut menjadi modal yang dapat terus dipromosikan.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya berhenti pada seremoni upacara. Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, memperkuat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
Dari Tanusang Geser, perempuan-perempuan pesisir tidak hanya mendayung untuk mengejar garis finis. Mereka membawa semangat kemerdekaan, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap potensi negeri mereka.
Ramainya masyarakat yang datang dari luar Kecamatan Seram Timur menjadi sinyal positif bahwa Tanusang Geser memiliki daya tarik yang layak dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Jika potensi tersebut terus ditata, dirawat, dan dipromosikan secara berkelanjutan, Tanusang bukan hanya menjadi lokasi kegiatan masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi salah satu ikon wisata Negeri Geser.
Lomba dayung perempuan yang digelar dengan dukungan Dana Desa tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Tanusang menjadi panggung kebersamaan masyarakat sekaligus etalase potensi wisata Negeri Geser, dengan semangat kemerdekaan sebagai penggeraknya.*** M. Lausepa.











