TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID — Pemerintah Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Nagari, Rabu (23/9/2026). Forum strategis ini bukan sekadar menyusun rencana pembangunan tahun 2027 _ melainkan mencari jalan keluar di tengah keterbatasan anggaran yang semakin menyempit.
Wali Nagari Lima Kaum, Fadli Tarmizi, secara terbuka menyampaikan realitas yang dihadapi: aliran dana ke nagari berkurang, sehingga tidak semua rencana bisa dijalankan seperti yang diharapkan. Di tengah tekanan tersebut, ia menunjuk harapan besar kepada dua putra daerah yang kini duduk di kursi DPRD Tanah Datar. Kehadiran mereka dianggap sebagai jembatan yang bisa mengantarkan aspirasi warga ke tingkat yang lebih luas.
“Kita bersyukur ada dua putra daerah kita di DPRD. Untuk kelancaran pembangunan ke depan, kami sangat berharap bantuannya __ baik berupa dukungan anggaran maupun pokok-pokok pikiran,” ujar Fadli Tarmizi. Harapan ini bukan permohonan belas kasihan, melainkan kesadaran bahwa tanpa sinergi dari wakil rakyat, banyak usulan warga yang akan tertahan di ruang rapat tanpa terwujud di lapangan.
Anggota DPRD Tanah Datar, H. Eril Wildani, justru menyoroti hal lain yang tak kalah penting: minimnya kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum ini. Menurutnya, tanpa keterlibatan langsung dinas-dinas terkait, usulan yang disampaikan warga tidak bisa langsung diarahkan ke jalur penanganan yang tepat. “Kami sayangkan hal ini — arah pembangunan nagari harus jelas ke dinas mana pokir dititipkan,” tegasnya.
Wildani menegaskan akan membawa persoalan ini ke ruang sidang DPRD. Musrenbang bukan sekadar seremonial __ ia adalah fondasi arah pembangunan. Jika OPD absen, maka kesenjangan antara kebutuhan warga dan kebijakan daerah makin lebar. Sinergi yang diharapkan bukan hanya antar wakil rakyat, melainkan melibatkan seluruh jajaran pemerintahan yang memiliki kewenangan eksekusi.
Hadir langsung dalam kegiatan ini bersama H. Eril Wildani adalah sesama anggota DPRD, Agus Taufik, serta Camat Lima Kaum Beni oriza, Polsek Lima Kaum Monirzal,Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN),tokoh masyarakat, dan sejumlah undangan. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi bukti perhatian, sekaligus tanggung jawab untuk menjembatani keinginan warga dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Musrenbang Nagari Lima Kaum telah ditutup, namun perjuangan baru saja dimulai. Fadli Tarmizi dan seluruh perangkat nagari kini menanti: apakah harapan kepada dua putra daerah akan menjadi kenyataan? Apakah OPD akan hadir di tahap berikutnya? Pembangunan tidak dibangun dengan ucapan saja — ia dibangun dengan kepedulian, kehadiran, dan kerja nyata dari semua pihak.***












