SUMBA TIMUR – Minggu,14 Juni 2026|Sumba Timur menyimpan potensi alam dan budaya yang luar biasa, namun pembangunan di wilayah ini seolah berjalan tidak seimbang.
Salah satu bukti nyata terlihat jelas pada jalan lintas bagian selatan yang telah bertahun-tahun rusak parah, berlubang di sana-sini, dan tergerus air hujan – seolah menjadi lupa dari perhatian pemerintah, meski sudah banyak janji yang diucapkan.
Jalur yang menghubungkan Tabundung, Pinupahar, Matawai Lapawu hingga perbatasan Sumba Barat Daya ini menjadi urat nadi kehidupan ribuan warga.
Namun kondisinya yang memprihatinkan membuat perjalanan menjadi perjuangan: kendaraan rusak, biaya angkut membengkak, hasil bumi sering membusuk sebelum sampai pasar, bahkan nyawa sering terancam saat musim hujan tiba.
Bukan tanpa janji – dalam berbagai kesempatan, baik saat kunjungan pejabat, musyawarah pembangunan, maupun masa kampanye, selalu terdengar kalimat yang sama: “Jalan ini akan segera diperbaiki,” “Akan dialokasikan dana khusus,” atau “Tahun ini menjadi prioritas utama.” Namun tahun berganti tahun, janji itu hanya berhenti di ucapan.
Perbaikan yang dilakukan sebatas tambal sulam yang hanya bertahan beberapa bulan, lalu kembali rusak seperti sedia kala.
Mengapa janji ini sulit ditepati Apakah karena alokasi dana tidak tersedia? Padahal setiap tahun anggaran pembangunan infrastruktur terus bertambah.
Apakah karena perencanaan yang tidak tepat sasaran? Atau justru karena wilayah selatan dianggap tidak memberikan keuntungan politik yang besar?
Pembangunan yang adil tidak bisa hanya diukur dari seberapa megah jalan di pusat kota atau seberapa sering janji diucapkan. Ia harus dibuktikan dengan kenyataan yang bisa dirasakan semua warga, termasuk mereka yang tinggal di wilayah selatan.
Janji yang tidak ditepati bukan hanya membuat warga menderita, tapi juga menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Warga Sumba Timur bagian selatan tidak meminta jalan mewah.
Mereka hanya meminta pemerintah menepati janji yang sudah disampaikan – membangun jalan yang layak, aman dilalui sepanjang musim, dan benar-benar menjadi solusi jangka panjang.
Sudah saatnya janji diubah menjadi kenyataan, agar tidak selamanya menjadi bahan keluhan yang tak berujung.













