SULTENG, Tolitoli — Pelatihan Dasar Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli resmi dibuka pada Rabu (26/11/2025) pukul 15.30 WITA di Aula Pantai Wisata Sabang Tende. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Setdakab Tolitoli Rustan Rewa, SP., MP yang mewakili Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya, perwakilan Komandan Lanal Tolitoli Kapten Laut (E) Mardin, Camat Galang Agussalim, SH, Kepala Desa Sabang, Kepala Puskesmas Sabang, Babinsa Sabang, masyarakat setempat, serta seluruh anggota BPBD Tolitoli.
Sambutan Kepala BPBD Tolitoli
Mengawali rangkaian kegiatan, Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli Ir. Abdullah Haruna menyampaikan Selamat. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kemampuan daerah menghadapi bencana, terutama dengan pelibatan elemen masyarakat.
“TRC harus mampu bergerak cepat, tepat, dan profesional. Oleh karena itu, pelatihan dasar ini kita rancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga untuk memperkuat koordinasi dengan masyarakat setempat yang menjadi garda pertama dalam mitigasi bencana,” ujar Abdullah Haruna.
![]()
Sambutan Bupati Tolitoli (Dibacakan Asisten Rustan Rewa, SP., MP.)
Sambutan Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya yang dibacakan oleh Asisten Setdakab Rustan Rewa diawali dengan pengucapan:
“Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita sekalian, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, dan Salam Gotong Royong.”
Dalam berbagai hal, Bupati menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada BPBD dan KKR, tetapi juga pada sinergi dengan masyarakat. Ia mengapresiasi partisipasi warga Sabang Tende yang juga mendukung penyelenggaraan pelatihan.
“Pelibatan masyarakat adalah bagian penting dari kesiapsiagaan bencana. Warga adalah pihak pertama yang merasakan dampaknya, sehingga pemahaman dan keterlibatan mereka sangat menentukan,” demikian pesan Bupati.
Pelatihan 3 Hari 3 Malam Bersama Warga Sabang Tende
Pembukaan selesai, peserta TRC menerima materi mengenai teori manajemen bencana, penilaian cepat, teknik keselamatan, dan komunikasi lapangan.
Kegiatan kemudian memasuki praktik lapangan selama tiga hari tiga malam, di mana peserta menjalani hidup di bawah tenda, perjalanan navigasi medan, hingga pelatihan darurat darurat. Selama latihan ini, peserta juga berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, khususnya dalam simulasi penanganan kondisi bencana yang melibatkan warga sebagai bagian dari skenario latihan.
Kehadiran masyarakat memberikan gambaran nyata bagi peserta tentang dinamika di lapangan, sekaligus memperkuat edukasi kebencanaan bagi warga Sabang Tende.
Pelatihan ini diharapkan melahirkan personel TRC yang semakin siap, tangguh, dan bersinergi dengan masyarakat ketika bencana melanda wilayah Tolitoli.
(Syamsu Alam)
Wartawan Fokus kita Sulteng















