-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon sedang menyelesaikan dokumen mengenai kriteria kesiapan atau readiness criteria untuk pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Kubangdeleg.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono di Sumber, Selasa (14/10/2025).
Menurut Fitroh, terkait dengan program bantuan yang diberikan Kementerian PU untuk pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Kubangdeleg, pihaknya diminta melengkapi berbagai dokumen.
Pembaruan Readiness Criteria
Terdapat perubahan dalam kriteria kesiapan, karena yang kami serahkan pada waktu itu (pada tahun 2022) masih tercatat jumlah sampah yang masuk masih sedikit. Berbeda dengan yang telah dilakukan saat ini. Jadi awalnya direncanakan sebesar 50 ton per hari, namun kami meminta kapasitas 100 ton per hari,” ujar Fitroh.
Karena Kementerian PU meragukan kesiapan dinasnya ketika kuota 100 ton per hari, saat ini data yang ada di dinasnya, khususnya limbah yang dibuang ke TPAS Kubangdeleg sudah cukup.
“Mereka bertanya tentang kesiapan LH jika 100 ton, lalu kami sampaikan data kami, bahwa saat ini sudah mencapai 90 hingga 100 ton per hari,” kata Fitroh.
Mereka akan menandatangani kontrak pada 31 Oktober dengan bank donornya, kemudian menetapkan DED, dokumen perlindungan keselamatan atau lingkungan. Setelah itu, keputusan dari Kementerian PUPR,” tambahnya.
Pembangunan Capai Rp100 M
Selanjutnya, menurut Fitroh, anggaran dari Kementerian PU untuk pembangunan tersebut mencapai lebih dari Rp100 miliar. Pelaksanaan pembangunan tersebut juga akan dilakukan oleh Kementerian PU. Pemkab Cirebon, dalam hal ini DLH Kabupaten Cirebon, hanya bertindak sebagai pihak yang memperoleh manfaat.
“Pemkab Cirebon,red) hanya menyiapkan lahan. Mereka membutuhkan luas 1,5 hektare,” ujar Fitroh.
Ia menyampaikan bahwa untuk Offtaker-nya saat ini yang bersedia menerima adalah Indocement. PLTU masih menunggu regulasi, jika regulasinya mengharuskan mereka maka akan mengubah sistem terlebih dahulu, sistem pembakarannya berbeda dengan yang digunakan pada industri semen.













