Penembak Pedagang Ayam Geprek di Metro Akhirnya Menyerahkan Diri, Datang Didampingi Wakil Bupati Lampura

Berita, Kriminal, Lampung3212 Dilihat

Forumkota.id | Lampung Utara – Kasus penembakan yang menewaskan seorang pedagang ayam geprek di Kota Metro mulai menemui titik terang.

Pelaku penembakan terhadap Dedi Kristian Agung (40), pemilik usaha ayam geprek Happy Chicken, akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada Minggu (24/5/2026).

Pelaku diketahui berinisial F (21), warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara.

Ia datang ke Mapolres Lampung Utara dengan didampingi Wakil Bupati Lampung Utara, pihak keluarga, serta kepala desa setempat.

Kedatangan pelaku ke Mapolres Lampung Utara langsung mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Sejumlah personel tampak bersiaga di area sekitar guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

Tim Tekab 308 Polres Metro bersama jajaran Polda Lampung juga terlihat berada di lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus proses koordinasi penjemputan terhadap pelaku.

Situasi di Mapolres Lampung Utara sempat menjadi perhatian warga sekitar setelah informasi penyerahan diri pelaku menyebar luas di masyarakat.

Penyerahan diri tersebut menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan kasus penembakan yang sebelumnya menghebohkan warga Kota Metro. Dedi Kristian Agung diketahui tewas setelah ditembak di bagian kepala saat berada di kawasan Jembatan Hitam, tepatnya di depan RS Mardi Waluyo, Metro Barat, pada Jumat malam (23/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban yang dikenal sebagai pedagang ayam geprek Happy Chicken itu meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka tembak yang dideritanya.

Peristiwa tersebut sontak membuat geger warga sekitar dan ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Sejak malam kejadian, jajaran Polres Metro bersama tim gabungan dari Polda Lampung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, hingga memburu pelaku yang sempat melarikan diri usai kejadian.

Hasil penyelidikan akhirnya mengarah kepada F yang kemudian memutuskan menyerahkan diri kepada aparat kepolisian. Meski demikian, hingga kini polisi masih terus mendalami motif sebenarnya di balik aksi penembakan tersebut.

Selain memeriksa intensif pelaku, pihak kepolisian juga masih menunggu penyerahan sejumlah barang bukti penting yang diduga berkaitan langsung dengan kasus tersebut.

Barang bukti yang dimaksud meliputi senjata api yang digunakan saat penembakan, pakaian yang dikenakan pelaku ketika kejadian berlangsung, serta sepeda motor yang dipakai untuk melarikan diri setelah aksi dilakukan.

Keberadaan barang bukti tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat proses penyidikan dan mengungkap secara utuh kronologi penembakan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku guna memastikan motif, latar belakang, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus penembakan tersebut.