Peringati HUT ke-22 Kabupaten Seram Bagian Timur, Bupati Tegaskan Komitmen Bangun SBT Lebih Baik

Maluku, Regional967 Dilihat
banner 468x60

Forum Kota | Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 pada Kamis, 18 Desember 2025. Momentum bersejarah ini disambut dengan penuh semangat dan antusias oleh seluruh lapisan masyarakat di negeri yang bertajuk Ita Wotu Nusa, sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Seram Bagian Timur sejak dimekarkan hingga saat ini.

Peringatan HUT ke-22 SBT berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan adat dan budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Seram Bagian Timur. Salah satu prosesi sakral yang menjadi pusat perhatian adalah pengembalian Bendera Pataka Kabupaten Seram Bagian Timur untuk diserahkan kembali kepada Bupati SBT sebagai simbol estafet kepemimpinan dan tanggung jawab pemerintahan.

banner 525x280

Pengembalian Bendera Pataka tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur kepada Bupati SBT, Fahri Husni Alkatiri, selaku pemegang jabatan tertinggi di daerah tersebut. Prosesi pengantaran Bendera Pataka berlangsung khidmat dan sarat makna budaya, diiringi tarian Waliwosa yang ditampilkan oleh masyarakat sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya lokal.

Menambah nilai simbolik dalam prosesi tersebut, Bendera Pataka diarak menggunakan perahu Belan, yang merupakan simbol kendaraan tradisional masyarakat SBT dan kerap digunakan dalam berbagai kegiatan adat. Di dalam perahu Belan tersebut turut hadir Ketua DPRD SBT beserta rombongan, termasuk Ketua Latupati Kabupaten Seram Bagian Timur, yang bersama-sama mengantarkan Bendera Pataka untuk diserahkan kembali kepada Bupati SBT.

Setelah Bendera Pataka resmi diterima oleh Bupati, acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Seram Bagian Timur di hadapan masyarakat dan para tamu undangan. Dalam sambutannya yang disampaikan pada Jumat, 19 Desember 2025, Bupati Fahri Husni Alkatiri menegaskan bahwa pengembalian Bendera Pataka bukan sekadar seremoni peringatan hari jadi daerah.

Hari ini, dengan dikembalikannya Bendera Pataka kepada saya sebagai Bupati Seram Bagian Timur, ini bukan hanya sekadar memperingati HUT ke-22 SBT, tetapi merupakan pengingat tanggung jawab besar Saya bersama Wakil Bupati untuk terus berjuang membangun SBT agar jauh lebih baik dalam lima tahun ke depan,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten SBT di bawah kepemimpinannya periode 2025–2030 akan terus bergerak cepat sesuai dengan slogan “Gerak Cepat”, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Seram Bagian Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah program prioritas yang telah dan sedang dijalankan. Salah satunya adalah program pelayanan kesehatan gratis di seluruh wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur.

Kami sudah melakukan berbagai upaya agar pelayanan kesehatan gratis dapat dinikmati oleh masyarakat di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur. Bahkan, masyarakat SBT yang memiliki KTP SBT dapat berobat gratis di mana pun,” tegasnya.

Selain sektor kesehatan, Bupati juga menyoroti kemajuan di bidang penerangan listrik. Ia menjelaskan bahwa desa-desa yang sebelumnya hanya menikmati listrik selama 12 jam, kini telah mendapatkan pelayanan listrik selama 24 jam penuh.

Beberapa desa yang telah menikmati listrik 24 jam antara lain Desa Keffing, Desa Kellu, Desa Kilwaru, Desa NamaLomin, dan sekitarnya. Di wilayah Kecamatan Ukar Sengan, empat desa yakni Kuwamor Kecil Mata Ata, Kuwamor Kecil Mata Wawa, Kuwamor Besar Ena, dan Kuwamor Besar Witau kini seluruhnya telah mendapatkan layanan listrik 24 jam.

Tak hanya itu, wilayah Kecamatan Teor yang berada di ujung timur Kabupaten SBT juga telah menikmati pelayanan listrik selama 24 jam. Begitu pula dengan Kecamatan Kesui Watubela, di mana seluruh desa akan mendapatkan pelayanan listrik 24 jam tanpa terkecuali.

Di bidang pendidikan, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Seram Bagian Timur.

Kami akan terus berjuang membangun SBT dari sektor pendidikan, agar anak-anak bangsa yang ada di wilayah ini mampu bersaing dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mempermudah pelayanan administrasi kependudukan. Ke depan, pengurusan KTP cukup dilakukan di kecamatan masing-masing, tanpa harus ke ibu kota kabupaten.

Dalam sambutannya, Bupati Fahri Husni Alkatiri juga menyampaikan salam hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh pemekaran Kabupaten Seram Bagian Timur, meskipun tidak dapat disebutkan satu per satu.

Puncak acara peringatan HUT ke-22 SBT ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun yang terbuat dari sagu. Menurut Bupati, pemilihan sagu sebagai bahan utama kue memiliki makna mendalam sebagai simbol kearifan lokal masyarakat SBT.

Sagu adalah identitas dan kekuatan lokal kita. Ini juga menjadi bagian dari program hilirisasi sagu Kabupaten Seram Bagian Timur, demi terciptanya lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat ke depan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Seram Bagian Timur untuk terus menjaga persatuan, kedamaian, dan keamanan di negeri Ita Wotu Nusa.

Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian di daerah ini, agar pemerintah daerah dapat terus memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat Seram Bagian Timur,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-22 Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi momentum refleksi sekaligus harapan baru bagi seluruh masyarakat untuk mewujudkan SBT yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan. *** M. Lausepa

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *