Perusahaan Eropa PHK Karyawan Akibat Ekonomi Tidak Stabil

Forum Kota0 Views
banner 468x60

, JAKARTA — Perlambatan ekonomi yang terjadi di berbagai negara juga memengaruhi Benua Biru. Banyak perusahaan di negara-negaraEropayang melakukan pemutusan hubungan kerja atauPHK akibat buruknya situasi ekonomi.

Dilansir dari Antara, Komisi Eropa (European Commission) memprediksi pertumbuhan ekonomi Uni Eropa hanya sebesar 1,4% pada tahun ini. Angka yang sama juga diberikan dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Uni Eropa untuk tahun 2026.

banner 336x280

Selain itu, Komisi Eropa memprediksi pertumbuhan ekonomi zona Euro sebesar 1,3% pada tahun ini dan akan melambat menjadi 1,2% pada 2026.

Terjadi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomiUni Eropa berdasarkan perkiraan yang dirilis pada Mei 2025. Salah satu penyebabnya, hambatan perdagangan mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah, Uni Eropa juga menghadapi tarif rata-rata yang lebih besar untuk ekspor ke Amerika Serikat dibandingkan prediksi awal.

Ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan yang berkelanjutan terus menghambat aktivitas ekonomi, di mana tarif dan batasan non-tarif berisiko mengurangi pertumbuhan Uni Eropa lebih besar dari perkiraan.

Melansir Reuters, Kamis (27/11/2025), beberapa perusahaan besar di Eropa mengumumkan pemutusan hubungan kerja massal serta menghentikan perekrutan karyawan baru karena situasi ekonomi yang sedang terjadi, yang semakin memburuk akibat tarif yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap berbagai negara.

Berikut beberapa perusahaan Eropa yang melakukan pemutusan hubungan kerja:

Perusahaan otomotif

  • Renault (Prancis): berencana mengurangi pengeluaran (ada laporan bahwa akan terjadi pengurangan 3.000 posisi di bidang layanan pendukung hingga akhir 2025).
  • Volkswagen (Jerman): mengonfirmasi pada bulan April bahwa sekitar 7.000 karyawan di Jerman telah dipangkas demi penghematan biaya.
  • Daimler Truck (Jerman): mengumumkan akan mengurangi hingga 7.000 posisi kerja di Jerman, Amerika Serikat, dan Meksiko.
  • Ban Continental (Jerman): mengurangi 1.500 posisi kerja tambahan serta memangkas 10.000 pekerjaan.
  • Volvo Cars (Swedia) akan mengurangi 3.000 karyawan kantor sebagai bagian dari proses restrukturisasi perusahaan.

Bank

  • Bank Commerz (Jerman): menyetujui persyaratan untuk mengurangi sekitar 3.900 posisi pekerjaan hingga tahun 2028.
  • Lloyds (Inggris Raya): sedang mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja sekitar separuh dari 3.000 karyawan.
  • ABN AMRO (Belanda) berencana mengurangi 5.200 posisi jabatan hingga tahun 2028.

Energi

  • OMV (Austria): perusahaan energi ini berencana mengurangi 2.000 posisi kerja (seperdua belas dari jumlah karyawan di seluruh dunia).

Industri dan Teknik

  • SIKA (Swiss): perusahaan kimia dan konstruksi ini akan mengurangi hingga 1.500 posisi kerja di pasar yang dinilai terus menurun, termasuk Tiongkok.
  • Perusahaan STMicroelectronics (Prancis dan Italia) memprediksi sekitar 5.000 karyawan akan mengundurkan diri dari perusahaan dalam tiga tahun mendatang, termasuk pengurangan 2.800 posisi pada tahun 2025.

Barang-Barang Konsumsi

  • Nestlé (Swiss): akan mengurangi 6.000 posisi kerja atau 5,8% dari seluruh karyawan perusahaan.
  • Burberry (Inggris): rumah mode ini akan mengurangi 1.700 karyawan, yaitu sekitar sepertiga dari jumlah tenaga kerjanya secara global.
  • LVMH (Prancis): unit minuman keras Moet Hennessy akan mengurangi sekitar 1.200 karyawan.

Lain-Lain

  • Lufthansa (Jerman): perusahaan penerbangan ini akan mengurangi 4.000 posisi karyawan administratif hingga tahun 2030.
  • Telefonica (Spanyol): perusahaan telekomunikasi ini akan mengurangi 5.040 karyawan (20%) di Spanyol.
  • Perusahaan farmasi Novo Nordisk asal Denmark akan mengurangi 9.000 posisi kerja di seluruh dunia.
  • Just Eat Takeaway (Belanda): unit Jerman perusahaan ini berencana mengurangi 2.000 karyawan sejak akhir 2025.
  • Orsted (Denmark): perusahaan energi ini berencana mengurangi sekitar 2.000 posisi kerja atau sekitar seperempat jumlah karyawan hingga akhir tahun 2027.

Berikut adalah daftar perusahaan Eropa, mulai dari perusahaan energi hingga perusahaan fashion, yang mengurangi jumlah karyawan dan menghentikan rekrutmen hingga akhir 2025.Laurensius Katon Kandela)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *