SMPN 2 Dukuhwaru Terapkan Libur Sekolah dan Nataru Ramah Anak, Siswa Fokus Bersama Keluarga

Forum Kota8 Dilihat
banner 468x60

FORUMKOTA.IS | Dukuhwaru, Kabupaten Tegal – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, SMP Negeri 2 Dukuhwaru menetapkan kebijakan khusus dengan meniadakan pembebanan tugas sekolah kepada siswa selama masa libur. Kebijakan ini berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Kepala SMP Negeri 2 Dukuhwaru, Umi Chasanah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan agar liburan benar-benar dimanfaatkan siswa untuk beristirahat, berekreasi bersama keluarga, serta mempererat hubungan dengan orang tua.

banner 525x280

“Kami tidak membebankan tugas sekolah selama liburan ini, sesuai dengan peraturan menteri yang menekankan bahwa libur anak sekolah dikhususkan untuk kebersamaan dengan keluarga,” ujar Umi Chasanah saat dikonfirmasi, Kamis (18/12/2025).

Ia berharap, waktu istirahat yang cukup dan berkualitas dapat membuat siswa kembali ke sekolah dengan semangat dan motivasi belajar yang lebih baik.

“Dengan liburan yang optimal, diharapkan saat kembali beraktivitas, siswa menjadi lebih semangat dan giat dalam proses belajar,” tambahnya.

Selain bagi siswa, kebijakan libur Nataru juga berdampak pada tenaga pendidik. Guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberikan kesempatan cuti dengan pengaturan masuk kerja secara bergiliran guna menjaga operasional minimal sekolah.

Sementara itu, tenaga pendidik dan kependidikan yang belum berstatus PNS tetap melaksanakan aktivitas kerja seperti biasa selama masa libur Nataru.

“Yang bukan termasuk pegawai negeri sipil, tetap masuk dan beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Di bawah kepemimpinan Umi Chasanah, SMP Negeri 2 Dukuhwaru mengalami sejumlah perubahan positif, khususnya dalam peningkatan disiplin waktu dan kehadiran guru. Disiplin menjadi salah satu prioritas utama dalam program kerja kepala sekolah.

“Bagaimana kita mau ditiru murid kalau kita sendiri belum bisa mendisiplinkan waktu kehadiran di sekolah. Etos kerja dan semangat harus kita tanamkan dalam diri sebagai contoh bagi siswa,” ungkapnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi merupakan tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. Ketidakmampuan mengikuti perkembangan pendidikan yang pesat berpotensi membuat guru tertinggal, sehingga diperlukan kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.

“Itu bukan kelemahan, tetapi kewajiban kami untuk terus belajar dan membiasakan diri menghadapi tantangan pendidikan yang semakin canggih di masa mendatang,” tegasnya.

Kebijakan libur tanpa tugas ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sejalan dengan upaya menghormati hak istirahat anak dan keluarga, sekaligus tetap menjaga keseimbangan tanggung jawab tenaga pendidik di lingkungan sekolah.

Penulis: Wawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *