Sofyan Waraiya: Sekolah Tani SBT Didesain Empat Bulan, Perkuat SDM dan Pendampingan Petani

Forum Kota0 Dilihat
banner 636x380

 

 

banner 636x380

BULA, SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Pertanian terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, S.P., saat membuka kegiatan Sekolah Tani SBT di Breeding Center Pertanian SBT, Desa Bula Air, Kecamatan Bula, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka pada pukul 10.15 WIT dan diikuti aparatur pertanian dari , 52 PPPK peruh waktu, ,peserta meliputi petani dan Siswa SMK Negeri 4 Kabupaten Seram Bagian Timur.

Sofyan menegaskan, keberhasilan sektor pertanian tidak boleh hanya diukur dari banyaknya program strategis nasional maupun bantuan yang masuk ke daerah.
Menurutnya, ukuran utama keberhasilan harus terlihat dari peningkatan produksi, kemampuan petani menyelesaikan persoalan di lapangan, serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani.

Yang kita banggakan bukan berapa banyak program atau bantuan yang masuk ke Kabupaten Seram Bagian Timur. Yang kita banggakan adalah bagaimana produksi kita meningkat dan berdampak terhadap kesehatan serta kesejahteraan petani,” tegas Sofyan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Sekolah Tani pada awalnya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang hanya memungkinkan kegiatan berlangsung sekitar dua minggu. Namun, Dinas Pertanian akan mendesain kegiatan tersebut agar dapat berlangsung hingga empat bulan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik secara langsung.

Menurut Sofyan, tantangan pertanian di lapangan sangat kompleks. Karena itu, peserta harus memahami seluruh tahapan usaha tani, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen.

Peserta juga akan dibekali kemampuan melakukan analisis kelayakan usaha tani sehingga nantinya mampu mendampingi petani berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang benar-benar diperoleh melalui praktik.

Kalau hanya sekadar menyuruh tanpa diikuti keterampilan dan pengalaman, itu menjadi catatan kritis bagi petani terhadap pengetahuan pendamping. Karena itu, pendamping harus pernah melakukan dan mengalami sendiri prosesnya,” jelasnya.

Sofyan menargetkan sedikitnya 52 peserta mengikuti Sekolah Tani tersebut. Pola pembelajaran akan lebih banyak diarahkan pada praktik lapangan dengan komposisi sekitar 20 persen teori dan 80 persen praktik.

Diskusi pun tidak hanya dilakukan di ruang kelas. Peserta akan diajak membahas persoalan langsung di lapangan, bahkan di lokasi tanaman, sehingga setiap persoalan yang ditemukan dapat segera dianalisis dan dicari penyelesaiannya.

Kalau menemukan masalah di lapangan, langsung kita eksekusi. Peserta harus mampu menyelesaikan masalahnya sendiri sebelum nantinya diterjunkan untuk mendampingi petani,” katanya.

Lebih jauh, Sofyan mengatakan program tersebut sengaja dirancang untuk mengembalikan dan memperkuat kembali fungsi Breeding Center Pertanian SBT sebagai pusat pelatihan, pendidikan, penelitian, dan agrowisata.

Ia menyebut, pada tahun sebelumnya pihaknya telah memberikan pelatihan keterampilan kepada siswa SMK Negeri 4 Kabupatenn seram Bagian Timur Desa Administratif Salagur Kota Kecamatan Siritaun Wida Timur . Ke depan, siswa SMK Negeri 4 SBT tetsebut juga akan mendapatkan kesempatan melakukan praktik lapangan di Breeding Center setelah fasilitas tempat tinggal selesai direnovasi.

Pihak sekolah telah mengajukan permohonan agar para siswa dapat melakukan praktik lapangan selama sekitar 3–4 bulan. Jumlah yang diusulkan disebut mencapai sekitar 70-an siswa, khususnya siswa kelas III.

Namun, pelaksanaan praktik lapangan tersebut masih menunggu penyelesaian renovasi fasilitas tempat tinggal. Dinas Pertanian menargetkan dalam satu hingga dua minggu ke depan fasilitas tersebut dapat digunakan.

Pada prinsipnya kami sangat mendukung dan siap menerima mereka. Hanya saja fasilitas tempat tinggal masih dalam proses renovasi. Setelah selesai, mereka bisa bergabung untuk melakukan praktik,” ujar Sofyan.

Para siswa nantinya akan dibagi dalam kelompok dan ditempatkan pada berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan, kemudian didampingi tenaga pendamping atau instruktur yang memiliki kompetensi.

Sofyan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga pendamping, dan berbagai pihak lainnya untuk memastikan proses pembelajaran tidak berhenti pada teori.

Terkait sumber anggaran, Sofyan menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah Tani tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Seram Bagian Timur. Meski alokasi anggaran terbatas,

Dinas Pertanian tetap memberikan dukungan karena program penguatan SDM dinilai sangat penting untuk mendukung berbagai program pertanian yang bersumber dari APBN ke depan.
Ia menilai sekitar 52 aparatur yang berada di lingkungan Dinas Pertanian merupakan potensi besar yang harus dimaksimalkan.

Ketika SDM kita dibekali secara maksimal, mereka bisa berkarya dan melahirkan inovasi untuk daerah ini,” katanya.

Sofyan berharap Sekolah Tani tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan tenaga pendamping yang benar-benar memiliki kemampuan teknis dan pengalaman dalam menghadapi persoalan pertanian.

Ujung dari target kita adalah petani sehat, produksi meningkat, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di desa,” pungkasnya.*** M. Lausepa.

banner 636x380