Tim Taekwondo Unkriswina Sumba Borong Enam Medali di Kejuaraan Internasional GTIC II Yogyakarta

Tim Taekwondo Unkriswina Sumba Borong Enam Medali di Kejuaraan Internasional GTIC II Yogyakarta

Berita, NTT, Olahraga7500 Dilihat
banner 468x60

FORUMKOTA.ID|YOGYAKARTA,–Tim Taekwondo Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional.

Dalam ajang Golden Taekwondo International Championship (GTIC) II yang berlangsung di Yogyakarta, kontingen asal Sumba berhasil mengamankan enam medali, terdiri dari tiga emas dan tiga perak, setelah bersaing ketat melawan atlet dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.Pada Minggu,21 Juni 2026

banner 525x280

Kejuaraan GTIC II merupakan kompetisi taekwondo tingkat internasional yang mempertemukan ratusan atlet unggulan dalam dua kategori utama, yaitu Kyorugi (pertarungan) dan Poomsae (jurus).

Keberhasilan tim Unkriswina Sumba ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan olahraga di daerah tersebut, sekaligus mengangkat nama Sumba dan Nusa Tenggara Timur di ranah yang lebih luas.

Berikut rincian perolehan medali yang diraih para atlet Unkriswina Sumba:

1. Rambu Queenzha Nono Malo – Medali Emas (Kategori Junior Putri, Berat Badan di Bawah 52 Kg)

2. Geraldino Nju Waluwanja – Medali Emas (Kategori Senior Putra, Berat Badan di Bawah 58 Kg)

3. Astifin Day Letiata Kanilu – Medali Emas (Kategori Senior Putra, Berat Badan di Bawah 63 Kg)

4. Mario Justus Ndaparoka – Medali Perak (Kategori Senior Putra, Berat Badan di Bawah 68 Kg)

5. Ahmed Fatahilah – Medali Perak (Kategori Junior Putra, Berat Badan di Bawah 59 Kg)

6. Neva Arlene Uly – Medali Perak (Kategori Umum, Berat Badan di Bawah 44 Kg)

Pelatih Kepala Dojang Unkriswina Sumba, Sabeum Umbu Vendy Remipay, menyatakan bahwa keberhasilan ini bukanlah hasil yang instan, melainkan buah dari latihan yang konsisten, disiplin tinggi, dan pengorbanan para atlet sehari-hari.

“Enam medali, terutama tiga emas di ajang internasional, bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil dari keringat, ketekunan, dan mental juara yang terus kami bangun. Kepada yang meraih medali, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang, jangan cepat merasa puas. Bagi yang belum maksimal, ingatlah bahwa kekalahan adalah guru terbaik untuk menjadi lebih kuat,” ujar Umbu Vendy usai pertandingan.

Ia menambahkan bahwa Dojang Unkriswina Sumba tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi semata, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, sportivitas, kerendahan hati, dan integritas kepada setiap peserta didiknya.

Pencapaian ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran organisasi kemahasiswaan kampus. Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) Unkriswina Sumba, Alfan Pindi Amah, menyampaikan rasa bangganya sekaligus harapan agar prestasi ini menjadi dorongan bagi generasi muda lainnya.

“Kemenangan ini membuktikan bahwa anak-anak Sumba memiliki kualitas yang setara dengan atlet dari daerah manapun. Tidak ada batasan geografis untuk meraih prestasi. Kami berharap keberhasilan ini mendorong pihak kampus, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung pembinaan bakat olahraga agar semakin banyak atlet muda yang bisa mengharumkan nama daerah,” ungkap Alfan.

Dengan torehan medali ini, Dojang Unkriswina Sumba semakin menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan taekwondo yang tidak hanya melahirkan atlet andal, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas. Prestasi ini diharapkan menjadi titik awal untuk meraih hasil yang lebih gemilang lagi di kejuaraan-kejuaraan mendatang.

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *