Viral di media sosial Pelda Christian Namo tolak upaya penjemputan paksa oleh provos, minta Surat perintah Resmi

banner 468x60

KUPANG – Forumkota πŸ†” Suasana di Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak tegang pada Rabu (7/1/2026). Seorang anggota TNI Angkatan Darat, Pelda Christian Namo, terlibat aksi protes keras saat sejumlah anggota Provos berupaya menjemputnya sesaat setelah ia turun dari kapal.

Pelda Christian, yang merupakan ayah dari mendiang Prada Lucky Namo, menolak keras ajakan petugas karena pihak penjemput tidak mampu menunjukkan surat perintah resmi. Dalam video yang viral di media sosial, tampak Pelda Christian meluapkan emosinya dengan membuka pakaian dinas di depan umum sebagai bentuk protes atas tindakan yang dinilai sewenang-wenang.

banner 336x280

β€œBeta (saya) siap lepas baju. Beta punya anak sudah mati, jadi beta juga tidak mau mati. Jangan paksa beta. Mana surat perintah? Kasih tunjuk surat dulu baru beta naik mobil,” tegasnya dengan nada tinggi.

Kuasa hukum Pelda Christian, Cosmas Jo Oko, yang berada di lokasi kejadian mengaku sangat terkejut dengan upaya penjemputan paksa tersebut. Menurut Cosmas, kliennya saat ini sedang kooperatif menjalani proses hukum dan dijadwalkan menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Kupang pada Jumat, 9 Januari 2026.

β€œKami kaget. Klien kami sedang dalam proses hukum dan lusa sudah ada agenda sidang. Tiba-tiba ada upaya penjemputan tanpa penjelasan hukum yang terang,” ujar Cosmas

Ia menekankan bahwa kliennya tidak memiliki niat untuk melawan institusi TNI. Namun, sebagai warga negara dan prajurit, Pelda Christian menuntut transparansi dan kepatuhan terhadap prosedur administrasi yang berlaku di lingkungan militer Selain masalah prosedur, Cosmas juga menyoroti kondisi psikologis Pelda Christian yang masih terguncang akibat duka mendalam atas meninggalnya sang putra, Prada Lucky Namo.

Perlakuan yang dianggap represif ini dikhawatirkan akan memperburuk trauma keluarga.

Pihak kuasa hukum meminta agar pimpinan tertinggi TNI dan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Mereka berharap adanya evaluasi mendalam terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam penjemputan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

 

banner 336x280

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed