Wajah dan Bentuk Tubuh Wanggol Sobolim, Anggota KKB Papua Pembunuh 2 Warga Sipil

Nasional140 Dilihat
banner 468x60

– Wajah dan sosok Wanggol Sobolim, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo.

Usianya baru 22 tahun, namun rekam jejaknya di Papua sangat berbahaya.

banner 525x280

Dia sudah membunuh dua warga sipil.

Kini dia ditangkap oleh tim Satgas Operasi Damai Cartenz, Sabtu (26/7/2025) sekitar pukul 18.05 WIT.

KKB adalah istilah yang digunakan pemerintah Indonesia untuk merujuk pada kelompok bersenjata di Papua.

Mereka melakukan tindakan kekerasan dan dianggap mengancam keamanan serta kedaulatan negara.

Wanggol Sobolim adalah pelaku penganiayaan dan pembunuhan terhadap dua warga sipil beberapa waktu lalu.

Tindakan ini juga diakui langsung oleh Wanggol Sobolim saat diinterogasi oleh aparat yang dipimpin oleh Aipda Harianto Sitompul.

Tokoh Wanggol Sobolim

Wanggol Sobolim adalah warga Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dia bergabung dengan Batalyon Sisibia KKB, salah satu unit KKB, sejak tahun 2022.

Wanggol dikenal sebagai pelaku utama dalam dua aksi kekerasan yang menewaskan warga sipil, La Jahari dan Agustinus Lambi.

Wanggol mengakui sebagai pelaku utama pembunuhan La Jahari di Jalan Gunung, Yahukimo, pada 30 Januari 2025.

Kemudian pada 2 Mei 2025, Wanggol bersama dua rekannya, Ben Sobolim dan Kasimbi Silak, menyerang Agustinus Lambi, seorang sopir pengangkut galon air, di Perumahan Sosial Jalan Poros Logpon KM 4, Yahukimo.

Kedua warga sipil itu kehilangan nyawa akibat tindakan kekerasan Wanggol Sobolim.

Meskipun Wanggol telah mengakui perbuatannya, Penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain dan menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelaku kekerasan terhadap warga sipil.

“Kami akan terus mendalami keterlibatan pihak lain yang disebutkan dalam pemeriksaan ini, dan memastikan seluruh pelaku kejahatan terhadap warga sipil diadili sesuai hukum,” kata Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Minggu (27/7/2025).

Kasus Pembunuhan Agustinus Lambi

Kasus pembunuhan Agustinus Lambi terjadi pada 2 Mei 2025 di kawasan Perumahan Sosial Jalan Poros Logpon KM 4, Yahukimo, Papua Pegunungan.

Agustinus adalah seorang sopir mobil pengangkut air galon yang menjadi sasaran serangan brutal oleh anggota KKB.

Pelaku utama pembunuhan adalah Wanggol Sobolim bersama dua rekannya, Ben Sobolim dan Kasimbi Silak

Sebelum penyerangan, ketiganya meminum minuman keras.

Aksi dimulai dengan melempar batu, dilanjutkan dengan menikam, dan pencurian ponsel korban.

Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri ke Kali Braza untuk bersembunyi.

Kasus Pembunuhan La Jahari

Sebelumnya, warga bernama La Jahari (52) ditemukan tewas dengan luka bacokan senjata tajam di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, (30/1/2025) sekitar pukul 14.00 WIT.

Dari informasi yang diperoleh TribunPapua, insiden tersebut melibatkan orang tak dikenal (OTK) yang diduga merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Masyarakat setempat segera melaporkan kejadian itu ke pos Satgas Operasi Damai Cartenz Pos Sekla dan Polres Yahukimo.

Aparat keamanan segera merespons dengan mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban ke RSUD Dekai, Yahukimo.

Baru-baru ini Wanggol Sobolim mengakui sebagai pelaku pembunuhan La Jahari.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan keberhasilan penangkapan anggota KKB ini harus disambut dengan dukungan masyarakat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut melaporkan aktivitas mencurigakan dan mendukung terciptanya situasi damai di Yahukimo dan sekitarnya,” ujarnya.

Satgas Ops Damai Cartenz terus berkomitmen melindungi masyarakat Papua dari tindakan kekerasan.

Penegakan hukum akan terus diutamakan untuk menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.

Tentang KKB

KKB sebelumnya dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Indonesia sejak tahun 1960-an.

KKB muncul sebagai sayap militer dari gerakan separatis, dan sering disebut juga sebagai TPNPB-OPM (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat).

Pemerintah mulai menggunakan istilah ‘KKB’ untuk menekankan bahwa tindakan mereka adalah tindak kriminal, bukan sekadar gerakan politik.

Tujuan utama KKB

– Memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

– Menuntut pengakuan identitas budaya, pengelolaan sumber daya alam, dan keadilan atas pelanggaran HAM

– Menolak implementasi otonomi khusus yang dianggap tidak efektif

Kegiatan dan Dampak:

– Serangan terhadap aparat TNI-Polri dan warga sipil

– Sabotase fasilitas umum seperti jembatan, sekolah, dan bandara

– Penyanderaan, termasuk kasus pilot Susi Air pada 2023

– Menimbulkan trauma, gangguan perkembangan, dan polarisasi masyarakat

Penulis: (Tribunnews.com/Dewi Agustina) (Tribunpapuatengah.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul Pengakuan Sadis Wonggol Sobilim, Anggota KKB Yahukimo Pasca Ditangkap: Ngaku Bunuh 2 Warga Sipil

 

Tag:

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *