Warga dan Pemdes Swadaya Tangani Tanggul Kritis

banner 468x60

Kendal, FORUMKOTA.ID _ Longsornya tanggul darurat kali bodri di wilayah desa kebonharjo, warga sepakat urunan untuk perbaikan. Hal ini dikarenakan kondisi tanggul tersebut dirasakan menghawatirkan. Ketinggian bendung juwero pada waktu itu “baru” di angka 200 m. Seharusnya status aman, ternyata malah membuat longsor. Selain itu, jenis longsoran juga berbahaya.

 

banner 525x280

” Yang longsor adalah tanggul paling bawah. Kalau tidak segera ditangani akan menarik tanah diatasnya. Sehingga malah akan semakin menghawatirkan,” jelas Edi Lukman Kepala Desa Kebonharjo.

 

 

Lebih lanjut Edi Lukman menjelaskan bahwa anggaran untuk pekerjaan ini murni swadaya dari masyarakat. Karena ketika kita komunikasi dengan PSDA Kali Bodri Jateng, menyatakan belum ada anggaran. Sedangkan anggaran desa setelah adanya pengurangan alokasi, tidak bisa mengcover seluruh biaya perbaikan.

 

“Semua warga kebonharjo, diwakili BPD dan perwakilan RW sepakat untuk urunan bersama. Karena butuh biaya besar, tetapi tidak anggaran dari pemerintah. Karena dianggap tidak prioritas”, imbuh Edi Lukman.

Pekerjaan perbaikan ini nantinya berupa pemasangan trucuk bambu dan jumbo bag di sisi dalam tanggul bawah. Volume pekerjaan sekitar 50 m. Adapun teknis pengerjaan dan pekerja diserahkan ke team PSDA Kali Bodri Provinsi Jawa Tengah. ” Pekerjaan ini tidak bisa ditangani warga bareng bareng. Karena memang butuh teknis khusus,” terang Edi Lukman.

 

 

Sementara itu, Perkumpulan PETAK BODRI Arif Fajar Hidayat sangat menyambut baik kegiatan swadaya ini.

” Setelah kemarin Desa Cepiring, Desa Kebonharjo, berlanjut Desa Lanji dan Desa Purwosari. Sebenarnya kesadaran warga sangat tinggi. Cuma memang kita tidak tahu sistem penganggaran pemerintah seperti apa. Kok bisa bisanya hal darurat tidak segera ditangani,” imbuh Arif Fajar Hidayat.

” Kita tidak tahu alasan pemerintah baik Gubernur maupun Bupati tidak turun tangan gerak cepat. Gubernur Jawa tengah karena pengelolaan kaki bodri di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedangkan sebenarnya Bupati bisa mengalokasikan dengan kegiatan DTT. Wong sudah kritis begitu tanggulnya. Nunggu apalagi.. Nunggu jebol lagi..” tuturnya.

“Kami sangat mengkhawatirkan kondisi tanggul kali bodri. Wong yang lokasi di Desa Kebonharjo baru selesai November kemarin, dihantam air Januari di ketinggian juwero 200 cm dengan kategori aman langsung longsor. Mungkin karena memang tangguk darurat sehingga mudah longsor. Jadi tetap perlu permanen,” tambah Arif Fajar Hidayat.

 

Untuk itu ke depan sesuai janji Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin terkait alokasi anggaran 2026 untuk tanggul permanen akan terus dikawal hingga terealisasi.

 

” kami bersama kepala desa yang tanggul kritis yaitu Desa Cepiring, Desa Kebonharjo, Desa Lanji akan terus menagih janji realisasi tanggul permanen” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *