Warga Heboh! Program Hidroponik Desa S-5 Banjir Sayuran Segar, Tak Pakai Insektisida

banner 468x60

Forum Kota, LABUHANBATU – Program ketahanan pangan di Desa S-5 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, kembali menjadi sorotan positif.

Warga mengaku terbantu dengan hadirnya budidaya sayuran melalui sistem hidroponik, metode tanam modern tanpa tanah yang kini menjamur di berbagai daerah.

banner 525x280

Hidroponik sendiri merupakan teknik bercocok tanam yang memanfaatkan air bercampur nutrisi sebagai media utama. Tanaman tumbuh di atas rockwool, spons, atau media lain, sehingga sangat cocok diaplikasikan di lahan sempit maupun lingkungan padat penduduk.

Selain lebih cepat tumbuh, tanaman hidroponik juga relatif bebas hama dan lebih higienis karena tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

Program ini menjadi unggulan Pemerintahan Desa S-5 dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

Budidaya sayur-sayuran kini tidak lagi bergantung pada ketersediaan lahan luas, sebab sistem hidroponik memungkinkan warga menanam hampir di mana saja.

Warga: “Sayurnya Segar Semua, Tak Pakai Insektisida!”

Saat ditemui awak media pada Sabtu (22/11/2025), seorang warga, Budi, menyampaikan bahwa kehadiran program hidroponik memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ketahanan pangan sistem hidroponik ini sangat membantu. Di desa kami kini bisa menghasilkan sayuran segar tanpa insektisida,” ungkap Budi.

Ia menyebut berbagai jenis sayuran kini rutin dipanen warga, mulai dari selada, sawi manis, sawi pahit, pokcoy, bayam, hingga beberapa jenis sayuran hijau lainnya.

“Rasanya sudah kami nikmati sendiri. Sayurnya segar-segar, dan bisa dipanen kapan saja,” tambahnya.

Budi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa telah membangun dua rumah poliponik sebagai tempat budidaya sayuran. Menurutnya, jika kedua fasilitas ini dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat, Desa S-5 berpotensi menjadi lumbung sayur lokal.

“Kalau dua rumah poliponik ini difungsikan benar, kampung kami bisa kaya sayuran,” ujarnya.

Kades: Program Hidroponik Jadi Kebutuhan Warga

Kepala Desa S-5 Aek Nabara, Legino, membenarkan bahwa hidroponik dan poliponik merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa.

“Budidaya sayur-sayuran dengan sistem poliponik sangat bermanfaat bagi masyarakat. Warga bisa mengonsumsi sayuran segar dan sehat tanpa insektisida,” ungkap Legino.

Ia menegaskan pemerintah desa terus mendorong warga memanfaatkan fasilitas tersebut agar kebutuhan pangan sehat dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada pasar.

“Kita ingin masyarakat bisa mandiri. Sayur dari poliponik ini bisa langsung dikonsumsi dan kualitasnya bagus,” tutupnya.

(Aiman Ambarita)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *