Waspada Penipuan Digital, Cek Sebelum Booking Liburan

banner 468x60

– Mendekati musim liburan, tren mencari paket perjalanan murah kembali mengalami peningkatan. Namun, di balik antusiasme dalam merencanakan liburan, masyarakat menghadapi ancaman baru: penipuan digital yang berkedok agen perjalanan resmi.

Peristiwa ini semakin meningkat seiring naiknya jumlah transaksi online dalam industri pariwisata. Banyak calon wisatawan tertarik pada promo perjalanan dengan harga yang tidak wajar, tanpa menyadari bahwa mereka justru menjadi target mudah bagi pelaku kejahatan siber.

banner 525x280

Menurut Hendri Yapto, Chief Operations Officer Dwidayatour, cara penipuan yang sering ditemukan melibatkan penggunaan rekening palsu yang mirip dengan nama perusahaan resmi. Bahkan, ada pelaku yang membuat akun virtual account (VA) dengan nama penerima yang sangat mirip dengan merek yang terkenal.

“Kami merasa prihatin melihat banyak pelanggan yang tertipu oleh pihak yang menggunakan nama kami secara tidak sah. Penipuan ini biasanya baru diketahui setelah pembayaran dilakukan dan tidak ada konfirmasi keberangkatan,” kata Hendri menanggapi maraknya modus penipuan perjalanan liburan belakangan ini.

Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada. Penting untuk diketahui. Cara penipuan dalam perjalanan kini tidak hanya melalui brosur palsu. Pelaku memanfaatkan situs palsu, akun media sosial yang dibuat palsu, serta tawaran menarik yang disebar melalui grup WhatsApp hingga iklan di media sosial.

Beberapa di antaranya menggunakan platform transaksi online untuk memperlihatkan bahwa pembayaran dilakukan kepada pihak yang sah. Sayangnya, kerugian akibat penipuan ini tidak hanya berupa uang, tetapi juga pengalaman psikologis yang menyakitkan, terutama ketika rencana liburan yang telah direncanakan dengan matang mengalami kegagalan total.

Untuk menghindari terjebak, masyarakat diminta untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum melakukan transaksi perjalanan. Pertama, pastikan domain yang digunakan benar dan tidak menyerupai situs palsu, serta hanya mengakses situs resmi jika ingin memesan akomodasi liburan.

Kemudian, periksa akun media sosial dan kontak resmi. Gunakan tautan dari situs resmi untuk mengunjungi akun media sosial. Akun yang dapat dipercaya umumnya aktif, terverifikasi, dan menyertakan nomor kontak resmi.

Kemudian, untuk memverifikasi keaslian promosi, kunjungi kantor cabang resmi yang terdaftar di situs utama. Selain itu, hindari melakukan pembayaran melalui rekening pribadi.

Daftar rekening yang sah bisa dilihat melalui halaman resmi setiap penyedia jasa perjalanan. Atau, sebagai alternatif, cek riwayat rekening melalui situs Kominfo:https://cekrekening.id.

“Kami berharap masyarakat lebih waspada dalam mencari harga yang murah. Prioritaskan keamanan, keabsahan, dan lakukan pengecekan di saluran resmi kami,” tambah Hendri.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, meningkatnya minat terhadap wisata digital, termasuk pemesanan hotel, tiket pesawat, dan paket liburan melalui aplikasi, telah membentuk pasar yang sangat rentan terhadap tindakan kejahatan siber. Bukan hanya agen perjalanan, para penipu juga sering menargetkan sektor lain seperti hotel, transportasi, hingga layanan visa.

Situasi ini menegaskan relevansi literasi digital di kalangan masyarakat luas. Memahami mekanisme penipuan, mengenali tanda-tanda yang mencurigakan, serta tidak tergoda oleh penawaran harga ‘promosi cepat’ yang tidak wajar merupakan langkah awal dalam membentuk ekosistem pariwisata yang lebih aman.

Kesimpulannya, liburan memang penting, namun kestabilan keuangan dan kenyamanan selama perjalanan lebih prioritas. Pada masa digital ini, kewaspadaan menjadi bagian dari persiapan liburan. Jangan sampai perjalanan yang diidamkan berakhir dengan penyesalan akibat tertipu oleh promo palsu.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *