PR GARUT– Indonesia memiliki 93 kota, 415 kabupaten, 1 kabupaten administrasi, dan 5 kota administrasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari jumlah penduduk, kepadatan, tingkat ekonomi, hingga kesejahteraan. Dari ratusan wilayah tersebut, terdapat beberapa kota yang berhasil mencatatkan prestasi sebagai kota terkaya berdasarkan tingkat Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.
PDRB sendiri adalah jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari berbagai unit produksi di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun. Angka PDRB dapat menjadi cerminan kekuatan ekonomi daerah, sekaligus menggambarkan kesejahteraan masyarakatnya.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, berikut lima kota terkaya di Indonesia dengan PDRB per kapita tertinggi:
1. Jakarta Pusat
Sebagai salah satu dari lima kota administrasi di DKI Jakarta, Jakarta Pusat berada di puncak sebagai kota terkaya di Indonesia. Wilayah ini memang menjadi jantung perekonomian nasional, pusat pemerintahan, serta tempat banyak kantor perusahaan besar.
Tidak heran jika Jakarta Pusat memiliki PDRB per kapita tertinggi, yaitu mencapai Rp753,7 juta pada 2020. Kota ini bukan hanya sekadar kawasan bisnis, tetapi juga menjadi episentrum perkembangan sosial, ekonomi, dan perdagangan di Indonesia.
2. Kediri
Kota Kediri di Jawa Timur berada di urutan kedua. Kediri dikenal sebagai pusat industri rokok terbesar di Indonesia, khususnya karena keberadaan PT Gudang Garam Tbk yang berdiri sejak 1958.
Industri tembakau dan sektor pendukung lainnya mampu mendorong Kediri menjadi salah satu penyumbang PDB besar di tanah air. Pada tahun 2020, PDRB per kapita Kediri tercatat sebesar Rp457,9 juta.
3. Bontang
Dari Pulau Jawa, kita beralih ke Kalimantan Timur. Kota Bontang menempati posisi ketiga dengan kekuatan industri migas dan pupuk. Salah satu yang terbesar adalah PT Pupuk Kaltim, yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
BPS mencatat, pada tahun 2020 PDRB per kapita Bontang mencapai Rp312,14 juta, menjadikannya salah satu kota dengan industri strategis di luar Jawa.
4. Cilegon
Kota Cilegon di Provinsi Banten menempati posisi keempat. Julukan “Kota Baja” melekat pada Cilegon karena menjadi pusat industri pengolahan baja nasional, terutama dengan adanya PT Krakatau Steel.
Kontribusi industri besar tersebut membuat PDRB per kapita Cilegon pada tahun 2020 mencapai Rp233.020.000. Cilegon pun menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Banten dan Indonesia.
5. Surabaya
Sebagai ibu kota Jawa Timur dan kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya masuk dalam lima besar kota terkaya di Indonesia. Kota Pahlawan ini menjadi pusat perdagangan modern dan industri yang beragam.
Berdasarkan data BPS, PDRB per kapita Surabaya pada tahun 2020 mencapai Rp190,89 juta. Kehadiran pelabuhan internasional dan semangat perdagangan membuat Surabaya terus berkembang sebagai salah satu kota penting di Indonesia.
Potret Ketimpangan Ekonomi
Data lima kota terkaya ini juga menunjukkan adanya ketimpangan ekonomi antar wilayah di Indonesia. Kota-kota dengan basis industri besar cenderung memiliki PDRB yang tinggi, sementara daerah lain masih berjuang dengan sektor ekonomi tradisional.
Namun demikian, capaian tersebut bisa menjadi gambaran arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerataan pembangunan dan dukungan sektor industri di luar Jawa diharapkan mampu menyeimbangkan peta ekonomi Indonesia ke depan.***













