Penggerebekan Besar di Pesawaran, 100 Personel Brimob Dikerahkan, Mengapa Jumlah Tersangka Belum Diungkap?

Berita, Hukum, Kriminal, Lampung2567 Dilihat
banner 636x380

FORUMKOTA.ID | PESAWARAN – Penggerebekan besar-besaran yang dilakukan Polda Lampung di Kampung Gunung Sugih Baru dan Kampung Kejadian, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (7/11/2026), menjadi sorotan serius. Sebanyak 100 personel Satuan Brimob Polda Lampung diterjunkan untuk memback-up Direktorat Reserse Narkoba dalam operasi pemberantasan narkotika.

 

banner 636x380

Pengerahan personel bersenjata lengkap, kendaraan taktis lapis baja, hingga penyisiran kawasan permukiman menunjukkan bahwa operasi tersebut bukan penindakan biasa.

 

Aparat menyasar dua lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas peredaran gelap narkotika. Operasi dimulai sejak pagi melalui apel kesiapsiagaan yang dipimpin Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Muhammad Anggi Naulifar Siregar, didampingi Dir Resnarkoba Kombes Pol Dodi Suryadin dan Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha.

 

Di bawah komando Danden Gegana Kompol Dr. Moch Sonep, personel gabungan dari Detasemen Gegana, Batalyon A Pelopor, dan Intel Satbrimob bergerak dengan perlengkapan taktis lengkap, termasuk kendaraan rantis Wolf dan PJJ serta senjata api laras panjang.

 

BELASAN BONG, PULUHAN PONSEL HINGGA SENJATA TAJAM DITEMUKAN

 

Hasil penyisiran hingga tengah hari mengungkap sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkotika.

 

Petugas menyita belasan alat hisap sabu (bong), puluhan telepon genggam, puluhan bundel plastik klip, tiga timbangan digital, enam bilah senjata tajam, satu unit airsoft gun, serta dua butir selongsong amunisi.

 

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai aktivitas yang sebenarnya berlangsung di lokasi tersebut.

 

Apakah lokasi itu hanya menjadi tempat penyalahgunaan narkotika, atau terdapat dugaan jaringan peredaran yang lebih luas? Hal ini tentu harus dijawab melalui penyelidikan dan pengembangan perkara secara menyeluruh.

 

100 PERSONEL TURUN, TAPI BERAPA ORANG YANG DIAMANKAN?

 

Di tengah besarnya kekuatan personel yang dikerahkan dan banyaknya barang bukti yang disita, satu informasi penting justru belum terungkap secara resmi: berapa orang yang berhasil diamankan?

 

Hingga rilis resmi Brimob diterbitkan pada Sabtu siang, belum disebutkan jumlah tersangka maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.

 

Publik tentu tidak hanya menunggu laporan tentang banyaknya personel yang diterjunkan dan barang bukti yang ditemukan. Masyarakat juga membutuhkan kejelasan mengenai hasil penegakan hukumnya.

 

Jika memang ditemukan indikasi jaringan peredaran narkotika, aparat diharapkan tidak berhenti pada penyisiran lokasi semata. Pengembangan harus dilakukan untuk menelusuri pemasok, pengedar, bandar, hingga kemungkinan pihak lain yang terlibat.

 

JANGAN HANYA GEBRAK LOKASI, BONGKAR SAMPAI KE AKAR JARINGAN!

 

Operasi ini mengingatkan publik pada penindakan di lokasi yang sama pada 7 November 2025. Ketika itu, tim gabungan BNN Provinsi Lampung mengamankan empat orang yang berdasarkan hasil tes urine dinyatakan positif narkotika.

 

Kini, setahun berselang, aparat kembali melakukan operasi besar di kawasan tersebut.

 

Kondisi ini menjadi alasan penting bagi aparat untuk melakukan evaluasi dan pendalaman. Apakah penindakan sebelumnya telah memberikan efek jera? Apakah masih ada jaringan yang belum tersentuh? Semua itu perlu dijawab berdasarkan hasil penyelidikan, bukan sekadar dugaan.

 

Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso melalui Danden Gegana Kompol Dr. Moch Sonep menegaskan bahwa pengerahan personel Brimob bertujuan memastikan seluruh tahapan penindakan Ditresnarkoba berjalan aman.

 

“Setiap personel diinstruksikan mengedepankan profesionalisme dan meminimalkan risiko gangguan keamanan selama proses hukum berlangsung,” jelasnya.

 

Operasi berakhir kondusif dan seluruh personel kembali ke markas komando setelah apel konsolidasi.

 

PUBLIK MENUNGGU KETEGASAN APARAT

 

Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada operasi spektakuler, konvoi kendaraan taktis, atau penyitaan barang bukti. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana jaringan peredaran narkotika dapat diungkap dan diputus hingga ke akar-akarnya.

 

Polda Lampung diharapkan membuka perkembangan hasil operasi secara transparan, termasuk jumlah orang yang diamankan, status hukum mereka, serta hasil pengembangan penyidikan.

 

Jangan sampai operasi besar dengan pengerahan 100 personel hanya menjadi tontonan sesaat, sementara pertanyaan mengenai siapa pengendali dan bagaimana jaringan tersebut beroperasi masih menggantung.

 

Perang terhadap narkoba harus dibuktikan dengan pengungkapan jaringan, bukan sekadar penggerebekan lokasi! (**)

banner 636x380