PALANGKA RAYA, .CO –Penundaan Konferensi Daerah (Konferda) PDI-P Kalimantan Tengah (Kalteng) yang awalnya dijadwalkan pada November menjadi 3 Desember, mendapat perhatian dari para analis politik.
Jhon Retei Alfri Sandi, pakar politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR), menganggap penundaan tersebut dapat memicu pertanyaan mengenai dinamika politik di tingkat daerah maupun pusat.
Berdasarkan pendapat Jhon Retei, aktivitas partai di tingkat daerah sangat dipengaruhi oleh petunjuk dan kebijakan yang ditetapkan oleh partai pusat.
“Meskipun pengurus daerah telah siap, kenyataannya di dalam sistem partai besar di Indonesia, banyak keputusan masih tergantung pada dinamika dan kepentingan pusat,” katanya, Kamis (27/11).
Pengamat ini menyoroti bahwa penundaan bisa menjadi isu penting, baik karena ketidaksiapan pihak daerah dalam menyelaraskan calon pemimpin, atau akibat arahan strategis dari pusat.
“Ini bisa berkaitan dengan teknis, tetapi juga bisa mengenai keputusan strategis terkait kepemimpinan di tingkat daerah,” kata Jhon.
Jhon juga menyoroti kepentingan dari figur yang dipilih dalam konferensi daerah untuk mewakili kepentingan internal partai serta aspirasi masyarakat.
“Pemimpin partai tidak hanya berkaitan dengan internal, tetapi juga berpengaruh pada kebijakan yang memengaruhi masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan sosok yang muncul benar-benar mewakili kepentingan partai dan masyarakat Kalteng secara keseluruhan,” katanya.
Penundaan Konferensi Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kalimantan Tengah ini memicu berbagai spekulasi masyarakat mengenai tokoh yang akan diusung, serta bagaimana pusat dan daerah menyesuaikan kepentingan politik menjelang pemilihan kepemimpinan di tingkat provinsi.
Diketahui, beberapa nama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kalimantan Tengah telah tersebar secara luas di masyarakat.
Nama-nama tersebut, yaitu Ketua DPD PDI-P Kalteng Arton S Dohong, Sekretaris DPD PDI-P Kalteng Sigit K Yunianto, Bendahara DPD PDI-P Kalteng Wiyatno, Ketua DPC PDI-P Kapuas Yohanes, dan Anggota DPRD Kalteng Fraksi PDI-P Nyelong Simon.hfz)












