Bahlil Negoisasi Isu Munaslub Golkar di Istana

Nasional138 Dilihat

Jakarta, IDN Times– Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dan Ketua Bidang Keagamaan serta Kerohanian Partai Golkar, Nusron Wahid, hadir dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel), hari Minggu (3/8/2025).

Keduanya tampak harmonis dalam perayaan partai yang diadakan setiap lima tahun sekali di Kalsel. Hal ini juga membantah adanya isu perselisihan yang terjadi di dalam partai berlambang pohon beringin tersebut. Bahlil juga menyangkal adanya isu mengenai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang muncul.

1. Bahlil membantah

Beredar kabar mengenai akan diadakannya Munaslub Partai Golkar yang diiringi spekulasi bahwa nama Nusron Wahid turut terlibat dalam komunikasi dengan Istana guna menggulingkan kepemimpinan Partai Golkar saat ini.

Merespons berita tersebut, Bahlil menyangkal adanya isu Munaslub Partai Golkar. Menurutnya, isu tersebut tidak didukung oleh bukti yang jelas dan tidak memiliki sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ini. Mau percaya berita yang tidak memiliki sumber?Piye toh“Bagaimana sih?” kata Bahlil setelah menghadiri Musda XI Partai Golkar Kalsel, Minggu.

2. Nusron tidak menyadari masalah munaslub

Sementara itu, Nusron menegaskan bahwa ia tidak mengetahui apa-apa mengenai isu Munaslub yang dikaitkan dengan dirinya. Ia memastikan, tidak pernah ada pembicaraan dalam lingkungan Istana maupun dengan pihak lain di lingkungan Partai Golkar terkait wacana Munaslub.

“Pertama, saya tidak mengetahui apa-apa mengenai isu tersebut. Kedua, hingga saat ini belum pernah ada pembicaraan di lingkungan Istana kepada saya maupun kepada pihak-pihak lain di lingkungan Partai Golkar yang membahas tentang Munaslub,” ujar Nusron.

Ia menekankan bahwa fokus utama diskusi yang melibatkannya bersama kelompok kerja di Golkar adalah isu-isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan rakyat, bukan konflik internal partai.

“Topik kita hari ini adalah mengenai pemberantasan kemiskinan. Topik tentang bagaimana mewujudkan kemandirian pangan, topik tentang kemandirian energi, topik mengenai pengolahan lebih lanjut, serta topik tentang bagaimana memastikan keberhasilan program perumahan tiga juta untuk rakyat miskin. Tidak ada topik seperti yang saudara sebutkan tadi. Jelas,” kata Nusron.

3. Berita beredar bahwa akan diadakan munaslub untuk menggantikan Bahlil sebagai ketua umum

Sebelumnya, beredar isu mengenai Munas Partai Golkar yang akan diadakan dalam waktu dekat. Informasi tersebut menyebutkan bahwa Istana telah menyetujui pergantian Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Informasi tersebut juga menyebutkan, dukungan disampaikan terbuka kepada Nusron Wahid, anggota partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri ATR/Kepala BPN. Nusron dipanggil menghadap Hambalang dan Munaslub menggantikan posisi Bahlil dari jabatan kepemimpinan Golkar diadakan sebelum pergantian tahun.

Selanjutnya, Bahlil Lahadalia secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI yang berlangsung pada 20-21 Agustus 2024. Pada waktu itu, ia terpilih dengan suara bulat dan menggantikan Airlangga Hartarto.

Pada masa kepemimpinannya yang akan menginjak tahun pertama, Bahlil menyatakan, partai berlambang beringin tersebut tetap konsisten mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Bahlil juga telah menegaskan bahwa Golkar akan terus mendukung Prabowo hingga Pemilu 2029.

Golkar Mendukung Penghapusan Hukuman Hasto dan Pembatalan Tom Lembong untuk Persatuan