, MEDAN – Gubernur Sumatra UtaraBobby Nasutionmenyinggung kesulitan petani hutan dalam mengakses modal untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.
Hal itu disampaikan Bobby dalam Workshop Perhutanan Sosial dan Pertemuan Usaha Kelompok Tani Hutan di Medan, Rabu (9/10/2025) yang turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
“Mungkin (petani) ada lahannya. Mereka bisa mengelola hutan, tapi modalnya tidak ada,” kata Bobby.
Bobby mengatakan, akses modal akan sangat membantu petani hutan dalam usaha pertaniannya.
Suami Kahiyang Ayu ini juga meminta Menteri Kehutanan untuk mengeluarkan kebijakan yang mempermudah petani hutan dalam mengakses layanan perbankan maupun sumber pendanaan lainnya.
“Jika kita memberikan akses ke lembaga keuangan dengan kebijakan Pak Menteri, ini akan sangat membantu masyarakat Sumut,” katanya.
Bobby lebih lanjut menyampaikan, hutan di Sumut memiliki potensi untuk menjaga perputaran ekonomi di wilayah ini.
Salah satu hasil alam Sumut yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, lanjutnya, adalah kemenyan.
Seperti yang disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu, kemenyan Indonesia ternyata banyak digunakan sebagai bahan baku parfum oleh merek-merek ternama dunia, termasuk Louis Vuitton dan Gucci.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumut, nilai ekspor kemenyan dari Sumut bahkan telah mencapai 58 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025.
Diketahui, total produksi kemenyan dari Sumatra Utara mencapai 9.400 ton pada tahun 2023. Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara adalah dua wilayah penghasil kemenyan terbesar di provinsi Sumut.
Bobby mengatakan, pengembangan komoditas kemenyan akan meningkatkan perekonomian Sumut. Dia juga meminta agar para petani hutan dibantu dalam mendapatkan modal untuk usaha mereka.
“Fungsi kemenyan lebih dari yang kita ketahui selama ini, kemenyan bisa membuat perekonomian kita terbang,” katanya.
Sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, Kementerian Kehutanan telah menerbitkan 291 Keputusan Menteri (SK) Perhutanan Sosial di Sumatra Utara dengan luas sekitar 113.690 hektar dan melibatkan 25.643 kepala keluarga.
Raja Juli Antoni menyebut perhutanan sosial sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan ekologi. Menurutnya, akan mustahil menjaga hutan jika masyarakat tidak sejahtera.
“Oleh karena itu, kami akan berupaya memaksimalkan fungsi program sosial dengan akses terhadap modal serta pasar,” kata Raja Juli. (240)
