– BPBD Nagan Raya: jumlah pengungsi tercatat sebanyak 8.440 jiwa, paling banyak berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Sampai Kamis, 4 Desember 2025, terdapat 8.440 jiwa atau 2.510 kepala keluarga (KK) dari Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang mengungsi akibat dampak bencana hidrometeorologi minggu lalu.
“Pada saat ini, jumlah pengungsi terbesar berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dengan total pengungsi sebanyak 2.156 jiwa atau 714 kepala keluarga,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi pada hari Kamis, 4 Desember 2025.
Dikutip dari ANTARA, penyebaran pengungsi meliputi Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang terdiri dari Desa Blang Puuk (765 jiwa/250 KK), Blang Meurandeh (428 jiwa/141 KK), Babah Suak (544 jiwa/180 KK), dan Kuta Teungoh (429 jiwa/143 KK).
Kemudian, di Kecamatan Darul Makmur terdiri dari Desa Ujong Lamie (241 jiwa/58 KK), Lamie (1.667 jiwa/421 KK), Kuta Trieng (1.367 jiwa/386 KK), Geulanggang Gajah (573 jiwa/192 KK), Kayee Unoe (284 jiwa/84 KK), Tuwie Buya (187 jiwa/62 KK), Alue Wakie (11 jiwa/4 KK), dan Gunong Cut (266 jiwa/73 KK).
Terdapat pula di Kecamatan Tripa Makmur yang terdiri dari Panton Pange (246 jiwa/58 KK), Ujung Krueng (231 jiwa/76 KK), Mon Desa (148 jiwa/43 KK), Neubok Yee PP (202 jiwa/76 KK), Neubok Yee PK (126 jiwa/35 KK), Pasi Keubeu Dom (235 jiwa/81 KK), Lueng Keubeu Jagat (146 jiwa/38 KK), Drien Tujoh (87 jiwa/21 KK), Babah Lueng (105 jiwa/34 KK), dan Kabu (162 jiwa/65 KK).
“Di Kecamatan Tadu Raya, tidak ada penduduk yang harus meninggalkan tempat tinggalnya,” kata Irfanda.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Aceh telah membuka tiga tempat dapur umum guna memenuhi kebutuhan makanan bagi warga yang terkena dampak.
Irfanda menyampaikan, bahwa saat ini prioritas utama pemerintah daerah adalah memastikan semua kebutuhan para pengungsi terpenuhi, khususnya dalam masa tanggap darurat.













