BUMA Internasional Grup (DOID) Siap Rilis Obligasi Global US$ 500 Juta

Forum Kota0 Views
banner 468x60

.CO.ID – JAKARTA.Perusahaan BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mengumumkan rencana penerbitan dan penawaran surat utang di luar negeri, kemudian mendaftarkan surat utang tersebut di SGX-ST atau Bursa Efek Singapura, sesuai dengan aturan Rule 144A dan Regulation S dari Securities Act.

Strategi DOID dalam menjaga sumber pendanaan yang beragam mencakup rencana transaksi ini. Sebelumnya, DOID telah menerbitkan surat utang dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2017 dan 2021.

banner 336x280

Batas maksimal penerbitan surat utang ditentukan oleh DOID guna keperluan pembiayaan kembali (refinancing) serta mengacu pada rekomendasi dari penasihat keuangan terkait besaran penerbitan yang ideal untuk menarik minat investor institusi dan mendukung tujuan pembiayaan jangka menengah perusahaan.

Selanjutnya, dalam rencana penerbitan surat utang kali ini, dana yang dibutuhkan mencapai maksimal sebesar US$ 500 juta. Dari total tersebut, sekitar US$ 223 juta akan digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo pada tahun 2026, termasuk pinjaman bank senilai US$ 105 juta, obligasi dan sukuk dalam mata uang rupiah sebesar US$ 75 juta, serta fasilitas sewa guna usaha sejumlah US$ 44 juta.

Selain itu, dana sekitar 150 juta dolar AS dapat digunakan untuk mendanai sebagian dari kebutuhan pengeluaran modal ataucapital expenditure(pengeluaran modal) dan modal kerja DOID. “Dalam tiga tahun terakhir, pengeluaran modal tahunan perusahaan berada dalam kisaran US$ 130—200 juta, dan sebagian dari kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penerbitan surat utang ini,” tulis Manajemen DOID dalam laporan informasi, dikutip Kamis (27/11).

Dana yang tersisa dari surat utang dapat dimanfaatkan untuk melunasi sebagian fasilitas pinjaman bank lebih dini dan/atau mendukung pendanaan peluang investasi yang ada.

Penyediaan dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang akan mengikuti struktur akhir yang mungkin masih bisa berubah. Namun, DOID sebagai pihak yang menerbitkan akan berusaha agar perubahan tersebut tidak signifikan.

“Perusahaan berkomitmen menjaga rasio utang yang seimbang agar memaksimalkan nilai bagi pemegang saham sambil tetap menjaga kualitas dari peringkat kreditnya,” kata Manajemen DOID.

Karena dana dari rencana transaksi akan digunakan untuk refinancing atau pelunasan utang yang sudah ada, penerbitan surat utang dengan jatuh tempo diperkirakan 5 tahun ini akan memperkuat likuiditas, meningkatkan profil jatuh tempo utang, serta mengurangi risiko pembiayaan kembali utang DOID. Hal ini akan memberikan fleksibilitas operasional dan keuangan yang lebih besar bagi Grup DOID.

Untuk mendukung rencana penerbitan surat utang tersebut, hari ini DOID akan memohon persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *