Busa di Laut Suramadu Terungkap, DLH Surabaya Ungkap Penyebabnya

Berita0 Dilihat
banner 468x60

jatim., SURABAYA – Kembali munculnya busa di laut Suramdu menjadi perhatian masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengatakan gejala tersebut biasanya berasal dari limbah cair rumah tangga yang belum dikelola dengan benar.

banner 525x280

Menurut Dedik, sisa air cucian rumah tangga, bilasan sabun mandi, hingga limbah laundry seringkali langsung masuk ke sungai tanpa melalui proses pengolahan. “Jadi, fenomena busa biasanya berasal dari limbah cair rumah tangga. Misalnya, air sabun dari orang yang mencuci atau mandi langsung terbuang ke sungai,” ujar Dedik, Jumat (4/12).

Ia menjelaskan bahwa busa terbentuk ketika air sungai yang mengandung zat sabun mengalami tekanan dari pompa air, khususnya yang dipasang di titik aliran menuju laut.

“Ketika pompa air dinyalakan dan mengalami tekanan, biasanya timbul busa. Itu berasal dari limbah rumah tangga,” katanya.

Mengenai kemungkinan adanya limbah industri, Dedik memastikan tidak ada perusahaan di sepanjang lokasi yang sering mengalami fenomena busa. Meskipun demikian, DLH tetap akan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

“Di sepanjang area tersebut ada perusahaan, namun kami akan memeriksa,” katanya.

Dedik menambahkan, fenomena busa lebih sering muncul pada musim kemarau, khususnya di daerah Keputih dan Sukolilo. Kurangnya pasokan air menyebabkan kadar sabun dari limbah rumah tangga menjadi lebih tinggi.

“Jika musim kemarau, kandungan airnya sedikit, sehingga zat sabun menjadi lebih pekat. Oleh karena itu, fenomena busa sering terjadi,” katanya.

Di sisi lain, selama musim hujan intensitas busa biasanya menurun karena kenaikan volume air menyebabkan larutan sabun menjadi lebih encer.

“Musim hujan seperti ini biasanya tidak terlalu parah karena campuran airnya lebih banyak,” katanya.

Namun, Dedik mengatakan akan melakukan pemeriksaan kembali mengenai laporan fenomena busa di laut. “Mungkin nanti saya periksa lagi,” kata Dedik.(mcr23/jpnn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *