Ceramah Habib Rizieq di Pemalang saat Acara Muharam Berujung Bentrok, Lima Orang Luka-Luka

banner 468x60

Acara Muharam di Pemalang, Jawa Tengah Berakhir Ricuh.

Padahal acara tersebut adalah peringatan Bulan Muharram yang menyimpan berbagai peristiwa penting bagi umat Islam.

banner 525x280

Seperti peristiwa Karbala atau kematian cucu Nabi yaitu Husain bin Ali.

Di beberapa daerah, Muharam dikenal sebagai Bulan Suro (dalam tradisi Jawa) dan diperingati dengan doa bersama, pawai obor, sedekah, hingga ritual adat.

Tradisi ini juga dilakukan oleh wilayah Pemalang dengan menghadirkan Habib Rizieq.

Habib Rizieq adalah pendiri sekaligus Imam Besar di Front Pembela Islam (FPI) pada 17 Agustus 1998.

Ia juga seorang Da’i dan penceramah yang handal.

Namun karena kontroversi yang dilakukannya, kini Habib Rizieq mulai redup bahkan ada warga yang tidak menyukainya.

Acara di Pemalang pun yang seharusnya menjadi khusyuk justru berakhir dengan keributan.

Dilaporkan oleh Kompas.com, bentrokan berdarah terjadi dalam acara peringatan bulan Muharam yang menghadirkan penceramah Habib Muhammad Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2025) malam.

Insiden ini menyebabkan lima orang cedera.

Dua organisasi Islam Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan Front Persatuan Islam (FPI) bersitegang saat penceramah Rizieq Shihab tiba di lokasi ceramah Desa Pegunda.

Massa PWI-LS Berusaha Membubarkan Ceramah Rizieq Ketegangan dimulai saat ratusan massa PWI-LS berkumpul di salah satu masjid dan bergerak menuju lokasi ceramah untuk membubarkan acara yang menghadirkan Habib Rizieq.

Meskipun aparat kepolisian telah melakukan pemblokiran, sebagian massa PWI-LS berhasil menyusup mendekati panggung pengajian dan mulai melempari dengan batu.

Salah satu saksi mata bernama Ahmad (50) menceritakan detik-detik bentrokan terjadi, tepat sebelum rombongan Habib Rizieq tiba di lokasi.

“Banyak FPI mungkin ya, baju mereka putih-putih mengejar orang-orang yang berbaju hitam katanya kubu PWI, kejadiannya sekitar 15 menit,” kata Ahmad.

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq menyampaikan bahwa serangan menyebabkan lima orang terluka.

Ia juga meminta aparat keamanan menindaklanjuti kasus ini secara hukum.

“Saya sampaikan kepada Pak Kapolres, Pak Dandim bahwa ada 5 korban yang terluka akibat sabetan senjata tajam, dan saya meminta agar diproses secara hukum,” kata Rizieq.

Ratusan orang dari PWI-LS diatur melalui Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah PD (PWI-LS) Kabupaten Pemalang melalui surat permohonan pasukan kepada seluruh PD PWI-LS di Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk menghadirkan pasukan menghadang dan menolak kehadiran Rizieq.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah korban dan penanganan kasus bentrokan tersebut.

Sementara seluruh korban saat ini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang.

Kronologi Acara Muharam Berakhir Ricuh

Massa PWI-LS Menolak Ceramah MRS Insiden dimulai ketika rombongan Habib Rizieq dijadwalkan hadir dalam acara peringatan bulan Muharram.

Namun, kelompok massa dari PWI-LS, yang telah lebih dahulu berkumpul di salah satu masjid setempat, menolak kehadiran Rizieq.

Mereka berusaha membubarkan acara tersebut.

Mereka kemudian berusaha menerobos masuk ke lokasi pengajian, yang dijaga aparat kepolisian.

Sebagian dari massa berhasil mendekati panggung dan melemparkan batu.

Kericuhan meletus menjelang kedatangan Rizieq sekitar pukul 22.30 WIB, sesaat sebelum MRS tiba di lokasi ceramah, kericuhan antara PWI-LS dan FPI pecah.

Suasana menjadi tegang, dengan teriakan dan lemparan batu terdengar di sekitar lokasi. (*)

 

Artikel ini telah tayang diKompas.com

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *