Di Tengah Rencana Akuisisi, Leyand (LAPD) Memangkas Kewajiban

banner 468x60

, JAKARTA—PT Leyand International Tbk (LAPD) berupaya memperbaiki kinerja keuangan dengan mengurangi kewajiban di tengah rencana pengambilalihan oleh PT JSI Sinergi Mas.

Salah satu strategi perusahaan adalah dengan memenuhi kewajiban melalui pembayaran utang. Per Juni 2025, Leyand International mengurangi jumlah utang bank menjadi Rp12,84 miliar dari Rp18,08 miliar per Desember 2024.

banner 525x280

Direktur UtamaLeyand InternationalBambang Rahardja Burhan menjelaskan, penurunan utang bank itu disebabkan adanya pembayaran senilai Rp5,24 miliar pada kuartal I/2025. Sumber dana berasal dari usaha sendiri, baik melalui penagihan piutang usaha, piutang pihak lainnya, hingga dari penjualan persediaan yang ada.

Dengan realisasi tersebut, jumlah kewajiban perusahaan pun membaik dari 196,7 miliar rupiah pada akhir 2024 menjadi 188,8 miliar rupiah per 30 Juni 2025. Dari jumlah tersebut, sebagian merupakan utang jangka panjang kepada pihak terkait dalam rangka investasi pengambilalihan PT Rusindo Eka Raya (RER).

“Kami terus mencari solusi dalam memenuhi kewajiban tersebut, terutama dengan meningkatkan penjualan dan profitabilitas seiring dengan pembangunan gudang baru RER yang terus berjalan,” kata Bambang Rahardja Burhan, Rabu (10/9/2025).

Perbaikan kinerja keuangan LAPD sudah terlihat di semester I/2025. Salah satunya dari peningkatan penjualan yang mencapai Rp138,5 miliar atau meningkat 48,6% dibandingkan periode 30 Juni 2024 sebesar Rp93,2 miliar.

Dari sana, laba kotor perusahaan meningkat dari 3,1 miliar Rupiah menjadi 4,3 miliar Rupiah. Akibatnya, kerugian bersih periode berjalan yang dapat ditanggung oleh pemilik entitas induk berhasil dikurangi menjadi 3,6 miliar Rupiah dari sebelumnya 4,3 miliar Rupiah.

Bambang Rahardja Burhan optimis, dengan selesainya gudang baru RER yang lebih luas pada kuartal II/2026, maka perusahaan bisa semakin mendorong penjualan.

“Kami berharap profitabilitas juga membaik dan pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tambahnya.

Sebagai tambahan informasi mengenai proses akuisisi, Bambang Rahardja Burhan menyampaikan bahwa saat ini PT JSI Sinergi Mas masih dalam tahap negosiasi dengan pemegang saham pengendali LAPD. Negosiasi bertujuan untuk memfinalisasi rencana pengambilalihan dan waktu penyelesaian rencana pengambilalihan.

JSI berencana mengambil alih 51% dari total modal yang disetor dan ditempatkan dalam PT Leyand International Tbk (LAPD) yang dimiliki oleh Laymand Holdings Pte Ltd, PT Intiputera Bumitirta, Keraton Investment Ltd, Evi Felicia, dan Leo Andyanto.

Setelah akuisisi selesai, JSI akan menjadi pemegang kendali baru LAPD dan akan melakukan penawaran tender wajib sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *