yang berlangsung di Gedung Gereja GMIT Paulus Kupang, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026.
Ada yang istimewa dalam perayaan kali ini, dimana seluruh anggota keluarga besar yang hadir tampak kompak mengenakan pakian adat khas sumba, yang menambah nuansa kekeluargaan Dan kental akan kelestarian budaya sumba.
Dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, saya kembali menegaskan bahwa Pulau Sumba punya keunggulan budaya dan sejarah yang luar biasa. Budaya, rumah adat, museum, seni, dan tradisi Sumba adalah kekuatan besar yang harus terus kita rawat dan kembangkan.ujarnya
Jika dikelola dengan baik, Sumba bisa memberi warna bukan hanya bagi NTT, tapi juga Indonesia bahkan dunia.
Dengan tema , “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, keutuhhan serta keharmonisan dalam keluarga yakni keluarga sumba yang ada di kupang .
Kita perlu jujur mengakui bahwa nilai dialog dalam keluarga mulai memudar. Duduk bersama tapi sibuk dengan gawai masing-masing. Mari kita perkuat kembali komunikasi keluarga dan gunakan teknologi secara bijak.
Saya juga menyampaikan rencana pembangunan anjungan NTT di Polandia yang akan mengusung model rumah adat Sumba. Anjungan ini dibiayai investor pribadi, tanpa APBD dan APBN, dan direncanakan mulai dibangun tahun 2026 sebagai sarana promosi budaya dan pariwisata NTT di tingkat internasional.ujarnya
Selain itu, saya menyoroti konflik antarwarga asal Sumba di daerah perantauan. Ini persoalan serius yang harus kita cari akar masalahnya bersama para akademisi, budayawan, dan tokoh masyarakat agar tidak terus terulang.
Saya mendorong IKAS untuk aktif menggerakkan ekonomi produktif. NTT hanya bisa maju kalau kita lebih banyak berproduksi daripada mengonsumsi. Produk dari kampung harus jadi tuan di daerah sendiri.
Terima kasih untuk semangat persatuan IKAS. Mari terus jaga kebersamaan, kedamaian, dan kerja nyata untuk Sumba dan NTT yang maju.ujarnya











