Forumkota.id Lombok Timur– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Jihadul Muslimin kini jadi sorotan tajam. Aliansi pemuda dan masyarakat menggugat(APM2) melalui investigasi mendalam, membeberkan dugaan praktik curang yang keterlaluan: adanya mark up harga bahan baku yang tidak masuk akal, ditambah dengan pemotongan gizi yang dilakukan secara ekstrem pada menu yang di distribusikan pada hari rabu tanggal 28 april 2026. Ni
Buktinya sangat gamblang,Anggaran yang tercantum besar, tapi realitas yang sampai ke penerima manfaat jauh dari kata layak. Yang paling menjengkelkan buah jeruk sebagai sumber vitamin saja dipotong menjadi empat bagian. Satu buah jeruk utuh, dibelah-belah tipis untuk disajikan bagi penerima manfaat berbeda! Ini bukan lagi soal hemat, ini namanya sudah memangkas hak hidup orang lain demi selisih keuntungan.
Koordinator APM2 M. Hamidi, tak ragu menyuarakan kemarahan dan kekecewaannya.
“Kami melihat ada ketimpangan yang sangat mencolok antara anggaran yang tersedia dengan apa yang sampai di tangan penerima manfaat. Makanan yang disajikan tidak memenuhi standar gizi, porsinya kecil, dan kualitasnya jauh di bawah ekspektasi. Bahkan buah jeruk saja dipotong jadi empat bagian! Ini namanya merugikan hak orang.Kami menduga kuat ada praktik mark up harga dan penghematan yang tidak wajar di dapur MBG ini,” tegas Hamidi.
Ini namanya tidak adil, apalagi program ini menyasar mereka yang membutuhkan perlindungan dan perhatian lebih. Seharusnya dapur MBG menjadi contoh efisiensi dan kejujuran, bukan malah menjadi ladang keuntungan sepihak dengan mengorbankan yang lemah.
Masyarakat kini menuntut kejelasan. Jangan biarkan isu ini hanya menjadi angin lalu. Harus ada pemeriksaan yang transparan, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana solusinya. Orang-orang datang dan berharap pada program ini untuk bertahan hidup dan sehat, bukan untuk menjadi korban dari ketidakjujuran dan penghematan yang menyakitkan.













