Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas II Mataram Monitoring Program Cetak Sawah di SBT, Targetkan Daerah Menjadi Lumbung Pangan Maluku

Forum Kota0 Dilihat

 

 

banner 636x380

BULA, SERAM BAGIAN TIMUR – Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas II Mataram, Suparman, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku untuk memantau secara langsung perkembangan pelaksanaan Program Cetak Sawah Tahun 2026, Rabu (29/7/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan pada lokasi cetak sawah seluas 1.454 hektare yang tersebar di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Dari total luasan tersebut, 1.362 hektare berada di Kabupaten Seram Bagian Timur, sehingga menjadi salah satu lokasi prioritas dalam program strategis pemerintah pusat untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungan lapangan, Suparman bersama rombongan meninjau sejumlah lokasi pekerjaan di Desa Wae Matakabo, Desa Wae Samet, Desa Banggoi Pancorang, Desa Wae Ketambaru, Desa Sumber Agung, Desa Rukun Jaya, dan Desa Jakarta Baru.

Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan di lapangan berjalan sesuai kontrak, baik dari sisi progres fisik, kesiapan alat berat, kualitas pekerjaan maupun target penyelesaian sehingga hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Suparman menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 35 persen. Sebagian besar pekerjaan masih berada pada tahap pembersihan lahan, pembentukan badan sawah, serta pembangunan jaringan irigasi primer dan saluran pendukung.

Monitoring ini bertujuan memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan spesifikasi kontrak, baik penggunaan peralatan, kualitas pekerjaan maupun target waktu penyelesaian. Sebagian lokasi masih dalam tahap pembentukan lahan dan saluran irigasi, sementara di beberapa titik sudah memasuki tahap penyelesaian jalan usaha tani dan jaringan irigasi sederhana,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga lahan yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produksi pertanian.

Ia menambahkan bahwa program cetak sawah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Suparman meminta masyarakat tetap bersabar karena seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan perencanaan teknis pemerintah.

Pemerintah tidak hanya membangun lahan sawah, tetapi juga melengkapi seluruh infrastruktur pendukungnya agar nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa lahan sawah baru umumnya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun untuk mencapai produktivitas optimal. Setelah kondisi tanah semakin stabil, produktivitas diperkirakan akan terus meningkat dalam enam hingga tujuh tahun berikutnya.

Dengan peningkatan luas tanam tersebut, Kabupaten Seram Bagian Timur diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

Menurut Suparman, apabila luasan sawah yang sedang dibangun digabungkan dengan lahan pertanian yang telah ada, maka total areal persawahan produktif di Kabupaten Seram Bagian Timur dapat mencapai sekitar 3.803 hektare.

Kalau seluruh lahan sudah berproduksi dan petani bisa menanam dua kali dalam setahun, maka ke depan kebutuhan beras masyarakat Seram Bagian Timur berpotensi dipenuhi dari produksi sendiri. Bahkan tidak menutup kemungkinan daerah ini menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Maluku,” jelasnya.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur terus memberikan dukungan terhadap pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani, jaringan irigasi, pendampingan petani hingga sarana produksi pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Suparman turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, khususnya Dinas Pertanian yang dipimpin Sofyan Waraiya, S.P., karena dinilai aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas II Mataram.

Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program strategis nasional di bidang pertanian.

Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur melalui Dinas Pertanian yang selalu aktif berkoordinasi dengan Balai. Komunikasi yang baik sangat membantu kami memperoleh informasi perkembangan di lapangan sehingga pelaksanaan program pemerintah pusat dapat berjalan sesuai harapan,” ujar Suparman.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Sofyan Marasabessy, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur Sofyan Waraiya, S.P., jajaran staf teknis, unsur Koramil Bula, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Program cetak sawah merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan bahwa negara berkewajiban mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan. Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang mengatur upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, termasuk pembangunan lahan pertanian dan jaringan irigasi.

Melalui program cetak sawah ini, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur berharap sektor pertanian semakin berkembang, kesejahteraan petani meningkat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur mampu menjadi salah satu sentra produksi pangan yang menopang kebutuhan beras di Provinsi Maluku.***  M. Lausepa.