Perjuangan Bidan Dona Berenang Menyeberangi Sungai di Sumbar Untuk Mengobati Warga

banner 468x60

Dona langsung melompat ke sungai tanpa berpikir panjang sambil memikul tas yang berisi obat-obatan dan peralatan medis. Bidan berusia 46 tahun ini berenang menyeberangi Sungai Batang Pasoman di Kenagarian (Desa) Cubadak Barat, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar).

banner 525x280

Momen Dona berenang di tengah derasnya arus sungai dan menghadapi bahaya ini viral di media sosial.

Dona menceritakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (1/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, seseorang warga yang sakit meminta bantuanannya untuk diperiksa.

Namun saat itu, jembatan yang menjadi akses penghubung warga untuk melintasi sungai putus total dan tidak bisa dilalui.

Untuk menuju ke rumah warga tersebut, jarak yang harus ditempuh Dona sejauh 26 kilometer dari kediamannya di Jorong Setia, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Duo Koto. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam.

Dona menjelaskan beberapa hari sebelumnya, pasiennya ini telah menghubunginya untuk meminta pemeriksaan kesehatan. Namun ketika itu, ia sedang melaksanakan pelatihan di Pekanbaru, Riau.

“Setelah pulang dari Pekanbaru, saya langsung berangkat ke rumah pasien. Saya menggunakan ojek, saat itu cuaca hujan, sehingga terpaksa memakai mantel hujan,” kata Dona saat dihubungi, Minggu (3/8) malam.

Saat di tengah jalan, Dona menerima kabar bahwa jembatan yang digunakan untuk menyeberangi sungai telah putus pada malam harinya. Awalnya, ia berpikir jembatan itu masih bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Namun ternyata prediksi Dona salah. Jembatan tersebut benar-benar putus total, hanya tersisa fondasi yang melintang dengan ukuran kecil. Tidak mungkin dilalui, berlumpur dan licin.

“Saya memutuskan untuk turun ke sungai. Mantel hujan yang saya pakai, saya lepas, pasangkan ke tas saya agar tidak basah. Lalu saya masuk ke sungai dan berenang,” katanya.

Dengan kondisi sungai yang deras dan air berwarna coklat, Dona perlahan berenang menuju seberang. Di sana, keluarga pasien sudah menunggu dengan penuh harapan.

“Ini bicara hati nurani. Ada warga yang membutuhkan tenaga saya. Satu-satunya cara, ya harus berenang. Awalnya dilarang, tapi saya harus berenang juga,” kata Dona.

Pakaian Kering di Tubuh

Setelah berhasil menyeberangi sungai dengan berenang, Dona disambut oleh keluarga pasien. Kondisi basah kuyup. Pakaian yang ada hanya yang dipakai di tubuhnya.

Dingin yang menyertai tidak menghambat langkah Dona. Ia dan keluarga pasien melanjutkan perjalanan untuk menemui warga yang membutuhkan pertolongannya tersebut.

“Saya basah kuyup sampai di rumah pasien. Karena sebelumnya tidak menyangka seperti ini, sehingga tidak membawa pakaian ganti. Namun ada pertolongan dari Allah sehingga tidak merasa kedinginan,” katanya.

Dona baru bisa mengganti pakaiannya yang basah setelah kembali ke rumah. Setelah memberikan pemeriksaan kesehatan kepada pasiennya, ia kembali dan tiba di rumah sekitar pukul 18.30 WIB.

“Jadi pulang pergi menggunakan ojek, ongkos ojeknya saja Rp 400 ribu. Karena waktu tempuhnya memang jauh,” katanya.

Dipercaya Masyarakat

Dona adalah bidan yang telah bekerja sejak tahun 1999. Kemudian, pada tahun 2007, ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kini bertugas di Puskesmas Simpang Tonang.

Masyarakat memang sejak dulu sangat percaya pada Dona dalam berbagai pemeriksaan kesehatan. Tidak hanya khusus warga di wilayah kerjanya, tetapi juga di luar daerah tersebut.

Salah satu warga yang terkena TBC tersebut sebenarnya tidak masuk dalam wilayah kerjanya. Namun warga percaya pada pengabdian Dona.

“Saya memang sering dipanggil oleh warga yang membutuhkan. Bahkan pukul 12 malam ada warga yang menelepon, saya datangi,” katanya.

Terharu Aksinya Viral

Kini, aksi heroik Dona berenang di sungai demi pelayanan kepada warga banyak mendapat pujian. Dan ia awalnya tidak menyangka hal tersebut difilmkan hingga viral.

“Haru dan ingin menangis, bercampur semuanya. Saya tidak menyangka akan seperti ini. Semoga ke depan jembatan dan jalan-jalan yang ada dapat diperbaiki. Sehingga tidak ada yang melakukan hal seperti yang saya lakukan lagi,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *