Komitmen terhadap kesehatan anak atau pelajar dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian serius dari Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto.
Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang bekerja di Dapur MBG Polres Bulukumba menunjukkan tindakan nyata menuju pelayanan yang lebih berkualitas, aman, dan sesuai standar.
Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah diadakannya Pelatihan Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlangsung di Aula Parama Satwika Polres Bulukumba, Senin (13/10/2025).
Tindakan ini merupakan hasil kerja sama antara Polres dan Dinas Kesehatan Bulukumba.
Pelatihan ini merupakan bagian dari usaha untuk memastikan bahwa makanan yang disiapkan bagi anak-anak benar-benar aman, bersih, dan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Kepolisian Resor Bulukumba AKBP Restu Wijayanto menekankan bahwa pengelolaan dapur MBG tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Menurutnya, dapur ini bukan hanya tempat untuk memasak, melainkan ruang yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kesehatan generasi mendatang, khususnya anak-anak yang menerima manfaat.
“Saya berharap seluruh SDM yang terlibat di dapur ini memiliki legalitas yang sah dan kompetensi yang diakui. Kita tidak boleh mengorbankan keamanan pangan, apalagi jika yang menjadi targetnya adalah anak-anak,” tegas AKBP Restu.
Ia menjelaskan, seluruh relawan yang bekerja di dapur MBG harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bentuk jaminan profesionalisme dan tanggung jawab dalam pelayanan.
“Profesionalisme dalam memproses makanan bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Kita sedang membicarakan kesehatan anak-anak. Kita sedang membicarakan masa depan,” katanya.
AKBP Restu menegaskan bahwa polisi saat ini tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam memastikan kesejahteraan warga, khususnya kalangan pemuda.
“Melalui dapur MBG, kami ingin menunjukkan bahwa Polri juga memperhatikan hak anak-anak dalam mendapatkan nutrisi yang layak dan aman. Ini bukan hanya program sosial biasa, tetapi bentuk nyata tanggung jawab kami sebagai pelayan masyarakat,” tutupnya.
Pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari mengusung topik “Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kursus Keamanan Pangan Siap Saji untuk Penjamah Pangan Khusus SPPG.”
Ada 47 relawan SPPG yang mengikuti pelatihan ini, dengan hadirnya narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, termasuk ahli sanitasi lingkungan dan tim pengawas keamanan pangan.
Mereka memberikan peserta dengan bahan ajar yang komprehensif mengenai:
Kebersihan lingkungan dan peralatan,
Higiene personal,
Prosedur pengolahan makanan yang aman,
Standar penyajian makanan instan.
Semua merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2024, yang menetapkan standar usaha dalam sektor kesehatan berdasarkan risiko.
“Dapur MBG memiliki aturan ketat yang tidak bisa dibandingkan dengan dapur biasa atau restoran. Seluruh tahapan mulai dari pengadaan bahan, pemrosesan hingga penyajian harus sesuai dengan prosedur kesehatan,” kata salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan.
Wakil Kepala Polres Bulukumba Kompol Syafaruddin menyampaikan harapan agar pelatihan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan dapur MBG.
“Kami tidak menginginkan adanya keluhan dari masyarakat. Makanan yang dibagikan harus benar-benar aman dan memenuhi standar,” ujarnya.
SPPG Polres Bulukumba yang kini memasuki angkatan ke-11, akan menjadi tulang punggung operasional Dapur MBG yang berada di Kecamatan Bulukumpa.
Pembukaan dapur ini direncanakan akan dilaksanakan pada Jumat, 17 Oktober 2025 mendatang.
Melalui pelatihan ini, seluruh relawan dipastikan akan menerima sertifikat pelatihan yang dikirim secara elektronik, sebagai bukti bahwa mereka memenuhi syarat dan siap untuk bertugas.
Hadiri kegiatan ini beberapa pejabat utama Polres Bulukumba, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Bulukumba, serta perwakilan dari berbagai instansi pendukung lainnya.













