Surat Konfirmasi Tak Direspon, KONTRAKTOR SUBUR–BERKAH KSO BUNGKAM

Proyek Penahan Lahar Marapi Rp249 Miliar Diduga Asal-Asalan, Musim Hujan Semakin Dekat

TANAH DATAR, forumkota.id — Keheningan terkadang berbicara lebih keras daripada kata-kata. Surat konfirmasi dan permohonan klarifikasi yang dilayangkan redaksi kepada kontraktor pelaksana proyek pengendali lahar Gunung Marapi, Subur–Berkah KSO, hingga batas waktu yang ditentukan sama sekali tidak mendapat tanggapan. Sikap bungkam ini justru menimbulkan tanda tanya yang jauh lebih besar di tengah mendekatnya puncak musim hujan.

Memasuki akhir Oktober 2026, awan gelap mulai menumpuk di puncak Marapi dan degup jantung warga di lereng gunung ini ikut berpacu lebih cepat. Ancaman lahar dingin bukan lagi sekadar pembicaraan musim, melainkan kenyataan yang bisa datang kapan saja. Di saat yang sama, struktur penahan yang seharusnya menjadi tameng pelindung justru menjadi sumber kekhawatiran terbesar. Warga berhak bertanya: jika semuanya berjalan sesuai aturan, mengapa kejelasan begitu sulit didapat?

Hasil penelusuran awak media di lokasi memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. Batu-batu kali dipasang langsung ke dalam adukan semen dalam kondisi masih berselimut tanah dan lumpur, tanpa melalui proses pencucian yang layak. Seorang ahli teknik sipil yang diminta meninjau foto dokumentasi memperingatkan: “Batu berlumpur akan memutus ikatan semen. Struktur seperti ini tidak akan kuat menahan hantaman lahar. Ini bukan benteng, ini bom waktu.”

Nilai proyek ini mencapai Rp249 miliar — uang rakyat yang jumlahnya luar biasa besar. Ketika masyarakat meminta penjelasan soal kualitas material, hasil uji laboratorium, dan kesesuaian dengan RAB, yang didapat adalah keheningan. Padahal, UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjamin hak warga mengetahui penggunaan anggaran publik. Diamnya kontraktor bukan jawaban; ia justru semakin menguatkan dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Redaksi tidak akan berhenti di sini. Sikap tidak kooperatif ini bersama seluruh temuan di lapangan akan segera kami sampaikan ke instansi berwenang, termasuk mendesak Kementerian PUPR dan aparat penegak hukum untuk melakukan audit teknis independen. Keselamatan nyawa ribuan warga di kaki Marapi jauh lebih penting daripada kepentingan siapa pun.

Pada akhirnya, kebenaran mungkin tertunda, tetapi takkan bisa disembunyikan selamanya. Musim hujan telah di depan mata, dan yang dipertaruhkan bukanlah nama baik sebuah perusahaan, melainkan masa depan dan keselamatan warga Kabupaten Tanah Datar. Tunjukkanlah bukti bahwa bangunan ini aman. Karena warga berhak tahu, dan warga berhak merasa selamat.***

Posting Terkait

Jangan Lewatkan