Jakarta, IDN Times– Institute Mandiri melaporkan adanya peningkatan tren pengeluaran masyarakat. Indeks belanja mingguan (MSI) mencatat kenaikan sebesar 1,5 persen menjadi 312,8 pada tanggal 16 November 2025.
Peningkatan ini dianggap cukup stabil jika dibandingkan dengan kenaikan pada minggu sebelumnya. Pengeluaran menjelang libur akhir tahun, khususnya untuk transportasi darat, diketahui menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan pengeluaran.
Peningkatan kepercayaan pelanggan, promo akhir tahun, serta insentif pemerintah diperkirakan akan mempertahankan semangat pengeluaran pada kuartal IV 2025 tetap tinggi.
Konsumsi hingga minggu ketiga November dilaporkan tetap stabil, dengan rata-rata sebesar 36,6 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kuartal ketiga.
1. Kalimantan dan Sulawesi menjadi pemenang dalam hal pengeluaran
Peningkatan pengeluaran mingguan dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah tengah dan timur, seperti Sulawesi, Kalimantan, serta Maluku dan Papua, menunjukkan pertumbuhan yang paling signifikan.
Sulawesi menjadi terdepan dengan pertumbuhan sebesar 2,5 persen, diikuti oleh Kalimantan yang tumbuh sebesar 2,2 persen, serta Maluku dan Papua dengan tingkat pertumbuhan yang sama yaitu 2,2 persen. Di sisi lain, wilayah Jawa menunjukkan percepatan pertumbuhan sebesar 1,4 persen, sedangkan Sumatra tumbuh sebesar 1,3 persen, dan Bali serta Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan yang relatif stabil.
Perekonomian Indonesia Tumbuh pada Triwulan Kedua 2025, Pengeluaran Konsumen Meningkat
2. Tabungan masyarakat kelas bawah mengalami peningkatan kecil
Indeks tabungan kelompok bawah pada 15 November 2025 dilaporkan meningkat menjadi 74,7, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun begitu, angka ini masih kurang dari pencapaian November 2024.
Di sisi lain, indeks tabungan kelompok menengah dan atas dilaporkan mengalami penurunan yang sedikit, masing-masing berada pada angka 100 dan 93,2.
3. Barang yang tahan lama mulai mengalami kerusakan
Pembelian barang yang tahan lama mulai menunjukkan tanda-tanda kembali normal setelah mencapai titik tertingginya pada minggu ketiga Oktober. Performa saat ini hanya didukung oleh peningkatan pembelian ponsel yang masih meningkat sebesar 6,1 persen per minggu.
Namun, pengeluaran untuk peralatan rumah tangga dilaporkan tidak mengalami perubahan, sementara sektor elektronik kembali mengalami penurunan hingga 4,8 persen. Pengeluaran untuk hobi dan hiburan juga mengalami penurunan sebesar 1,6 persen, meskipun supermarket dan restoran tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
Persiapan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) meningkatkan pengeluaran di sektor mobilitas. Pembelian tiket kereta api terus menunjukkan peningkatan yang semakin signifikan, naik sebesar 6,3 persen dalam seminggu.
Pembelian tiket pesawat dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 2,4 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan. Pola ini menunjukkan bahwa transportasi darat, khususnya kereta api, diperkirakan masih menjadi pilihan utama dalam perjalanan liburan Nataru 2025.
Perekonomian Naik 5,12 Persen, Pengeluaran Konsumen Jadi Penopang Utama















