Kanwil Ditjenpas Jabar dan Mitra Strategis Bangun Koperasi Merah Putih Warga Binaan untuk Kemandirian Ekonomi

Forum Kota0 Dilihat
banner 468x60

PR Jabar– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat secara resmi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Pembinaan Koperasi Merah Putih Warga Binaan melalui Workshop Penyusunan AD/ART, SOP, dan Rencana Bisnis, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang mengumpulkan seluruh pengurus Koperasi Merah Putih Warga Binaan se-Jawa Barat diadakan di Aula Lapas Khusus Anak (LPKA) Garut.

banner 525x280

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Kusnali, yang menyatakan bahwa penguatan koperasi warga binaan adalah langkah penting dalam mengembangkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar wadah bisnis, melainkan sarana pembinaan yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berkembang menjadi individu yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi saat kembali ke masyarakat. Dengan Bimtek ini, kami berharap seluruh koperasi memiliki tata kelola yang profesional, transparan, serta berfokus pada kerja sama,” kata Kusnali.

Kegiatan ini juga diiringi dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Kantor Wilayah dengan beberapa mitra strategis, yang akan memberikan dukungan dalam pengembangan usaha koperasi warga binaan.

Lingkup kerja sama yang dibentuk meliputi budidaya ayam potong dan ayam petelur, perikanan, konstruksi bangunan, pengolahan limbah, konveksi, ternak sapi, hingga sektor usaha rumah makan. Kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan pembinaan yang lebih nyata dan efektif.

Sebagai ketua penyelenggara, Kalapas Garut, Rusdedy, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Kanwil Jabar dalam penyelenggaraan Bimtek tersebut.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini kami susun untuk memenuhi kebutuhan koperasi secara teknis dan manajerial. Adanya narasumber dari Kemenkop serta Yayasan WAIBI, kami berharap pengurus koperasi mampu menyerap ilmu pengetahuan, menyusun sistem kerja yang efektif, serta membawa pulang rencana bisnis yang bisa segera diterapkan,” ujar Rusdedy.

Ia menyampaikan bahwa penguatan koperasi warga binaan adalah komitmen bersama dalam menyediakan pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kami berharap koperasi ini menjadi penggerak kemandirian warga binaan. Bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai sistem pembinaan yang nyata dan berdampak,” ujarnya.

Bimbingan teknis ini diikuti oleh seluruh pengurus Koperasi Merah Putih Warga Binaan yang berasal dari berbagai Lapas dan Rutan di Jawa Barat, dan akan berlangsung selama dua hari, mulai hari ini hingga Kamis, 27 November 2025. Selama kegiatan, peserta akan menerima pelatihan mendalam mengenai penyusunan dokumen dasar koperasi, penyesuaian prosedur operasional, serta penyusunan rencana bisnis yang fleksibel terhadap kesempatan kerja sama.

Dengan terselenggaranya acara ini, Kanwil Ditjenpas Jabar berharap Koperasi Merah Putih Warga Binaan semakin berkembang menjadi unit usaha yang tangguh, terampil, dan mampu memberikan kontribusi positif dalam pembinaan kemandirian warga binaan di seluruh Jawa Barat.

Bimbingan teknis yang berlangsung selama dua hari diikuti oleh pengurus KMP-WB dari berbagai UPT pemasyarakatan di Jawa Barat. Mereka menerima pembekalan mengenai tata kelola koperasi, manajemen produksi pangan, standar mutu, serta kesempatan kerja sama dalam rantai pasok MBG.

Dengan tindakan ini, KMP-WB diharapkan menjadi unit usaha yang strategis dengan menjalankan tiga fungsi sekaligus:

Mendorong pengembangan kemandirian para warga binaan, menjaga kelancaran pasokan pangan MBG, serta mengurangi limbah dapur dengan menggunakan sistem produksi dan pengolahan limbah yang terpadu.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *